Menperin dan Menkeu Tinjau Booth Yayasan Astra di GIIAS 2026, Persaingan Otomotif Memanas!

Jakarta, Maret.id — Yayasan Astra kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri otomotif nasional melalui pameran pembinaan UMKM/IKM dan pengembangan sumber daya manusia unggul di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Pameran ini diselenggarakan di Selasar Convention Hall, ICE BSD, Tangerang, dan berlangsung hingga 9 Agustus 2026.
Dalam konferensi pers di booth Yayasan Astra, pihak yayasan memamerkan dampak positif dari pembinaan berkelanjutan terhadap UMKM binaan, yang berhasil bertransformasi dari usaha mikro menjadi pemasok tier 1. Selain itu, Yayasan Astra juga berfokus pada pencetakan talenta vokasi yang memiliki standar internasional untuk mendukung perkembangan industri otomotif.
Kunjungan Pejabat Tinggi Pemerintah
Pameran ini mendapat kunjungan kehormatan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kedua menteri tersebut meninjau berbagai program yang ditampilkan, yang mencakup hasil pembinaan UMKM di sektor manufaktur serta pengembangan sumber daya manusia.
Kunjungan tersebut mencerminkan dukungan pemerintah terhadap kolaborasi antara dunia industri, pendidikan vokasi, dan upaya untuk memperkuat daya saing industri otomotif nasional. Dalam kesempatan ini, keduanya memberikan apresiasi kepada Yayasan Astra atas kontribusinya dalam mengembangkan UMKM dan menyiapkan talenta yang siap berkompetisi di pasar global.
Kisah Sukses PT Arkha Industries Indonesia
Salah satu kisah sukses yang menarik perhatian di pameran ini adalah PT Arkha Industries Indonesia, sebuah UMKM yang bergerak dalam sektor manufaktur otomotif. PT Arkha memiliki fokus utama pada proses pengecatan plastik dan logam. Sejak menjadi binaan Yayasan Astra pada tahun 2022, perusahaan ini telah mengalami transformasi besar berkat pendampingan yang berorientasi pada peningkatan kualitas dan efisiensi.
Pemilik PT Arkha, Mad Ali Haris, mengungkapkan bahwa perubahan signifikan ini terjadi berkat bimbingan Yayasan Astra dalam hal disiplin kualitas, biaya, dan pengiriman produk. Ali menegaskan bahwa keberhasilannya menjadi pemasok tier 1 untuk PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) adalah sebuah pencapaian yang sangat berarti bagi perusahaan yang dia pimpin.
Dampak Pembinaan yang Signifikan
Data menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan oleh Yayasan Astra telah memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan PT Arkha Industries. Sejak berdiri pada tahun 2014 dengan omzet di bawah Rp2 miliar, perusahaan ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat setelah mendapatkan pendampingan. Pada tahun 2025, omzet perusahaan melonjak menjadi Rp34,96 miliar, dengan jumlah karyawan mencapai 221 orang.
Ketua Pengurus Yayasan Astra – YDBA, Rahmat Samulo, menyatakan bahwa tujuan dari pembinaan tersebut adalah untuk memastikan bahwa UMKM dapat memenuhi standar industri. Dia mengakui bahwa PT Arkha Industries Indonesia telah menjadi contoh nyata bahwa dengan pendampingan yang tepat, UMKM dapat naik tingkat dari kelas usaha mikro menjadi menengah serta mampu bersaing di industri otomotif.
Pameran ini bukan hanya menjadi ajang untuk menunjukkan keberhasilan program pembinaan UMKM, tetapi juga menegaskan komitmen Yayasan Astra dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan industri otomotif nasional. Dengan berbagai inisiatif strategis, Yayasan Astra berupaya untuk menciptakan ekosistem yang lebih baik bagi perkembangan UMKM dan industri otomotif Indonesia ke depan.





