Solidaritas IMO Peduli Gempa NTT: Persaingan Komunitas Motor Memanas!

Jakarta, Maret.id — Gempa berkekuatan 7.7 Magnitudo mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 5.58 WITA.
Gempa tersebut berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, dan sekitar 15 menit setelahnya, terjadi gempa susulan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai, dengan kekuatan 6.4 SR.
Dampak Gempa dan Respons Komunitas
Dampak dari gempa ini terasa di berbagai kabupaten di Pulau Flores. Menyikapi keadaan darurat tersebut, komunitas Maxi Yamaha yang tergabung dalam Indonesia Max Owners (IMO) menginisiasi penggalangan bantuan untuk membantu korban yang terdampak bencana ini.
Langkah yang diambil oleh IMO ini merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, serta menunjukkan solidaritas anggota komunitas sepeda motor terhadap masyarakat yang mengalami musibah.
Penggalangan Dana oleh IMO
Presiden IMO, Iduy, menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan melalui himbauan kepada 178 Club Max Series yang tersebar di 10 regional di bawah naungan IMO. Seluruh anggota klub dari berbagai regional diundang untuk secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka guna membantu masyarakat yang terkena dampak gempa.
“Kami mengeluarkan himbauan untuk membantu korban gempa NTT dari sedikit rezekinya. Rencananya, kami akan meminta bantuan BIKERS LINTAS FLORES (BLF) untuk mendistribusikan bantuan ini ke lokasi gempa,” ungkap Iduy di Jakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
Hasil Donasi dan Komitmen IMO
Iduy menegaskan bahwa donasi ini tidak bersifat wajib, dan IMO tidak menetapkan nominal tertentu yang harus dis捖umbangkan. “Namanya juga donasi, bukan kewajiban. Silakan, tidak ditarget,” tegasnya.
Melalui gerakan “IMO Peduli Korban Gempa NTT”, dalam waktu sekitar satu minggu, donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 26.000.000 (dua puluh enam juta rupiah). Ini menunjukkan kepedulian yang tinggi dari anggota komunitas sepeda motor terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan sosial ini tidak hanya memberikan bantuan materiil tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesama dan memperkuat ikatan diantara anggota komunitas. Hingga saat ini, upaya penanganan dan pemulihan di area yang terdampak gempa terus dilakukan, dan solidaritas dari berbagai kalangan sangat dibutuhkan untuk membantu mereka yang membutuhkan.





