Warga Cibubur Hemat Rp140 Ribu Sehari dengan Mobil Listrik, Persaingan Memanas!

Jakarta, Maret.id — Nia (45), seorang warga Cibubur, mengungkapkan alasan beralih ke mobil listrik sejak Februari 2026 adalah penghematan biaya operasional. Sebelumnya, pengeluaran untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dapat mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari.
Setelah beralih ke kendaraan listrik, Nia mengungkapkan bahwa biaya pengisian daya berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp80 ribu, tergantung pada jarak tempuh dan penggunaan kendaraan. “Kalau bensin mungkin sehari bisa Rp150 ribu sampai Rp200 ribu. Tapi kalau listrik, paling habis sekitar Rp60 ribu, tergantung kalau dibawa jauh,” katanya saat ditemui di kawasan Cibubur.
Pentingnya Fasilitas Pengisian Daya
Nia menekankan kebutuhan akan penyebaran yang lebih luas untuk stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). “Keberadaan SPKLU yang mudah dijangkau dan beroperasi selama 24 jam dapat membantu pengguna merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pencarian fasilitas pengisian daya yang memadai sangat penting bagi pengemudi kendaraan listrik.
Lebih lanjut, ia berharap agar penambahan SPKLU tidak hanya terpusat pada lokasi tertentu. “Semoga SPKLU ditambah lagi di titik-titik yang jarang tersedia, supaya pengguna kendaraan listrik lebih mudah mencari tempat untuk mengisi daya,” ungkapnya.
Keuntungan Mobilitas Kendaraan Listrik
Nia juga mengakui keuntungan dari segi mobilitas yang ditawarkan oleh kendaraan listrik, terutama dalam menghadapi kebijakan ganjil genap yang diterapkan di beberapa daerah. “Selain lebih hemat, kendaraan listrik memberikan kemudahan saat berkendara, termasuk di saat-saat tertentu ketika kebijakan tersebut diberlakukan,” tambahnya.
Kendaraan listrik dianggap memberikan fleksibilitas lebih dalam pergerakan, terutama di perkotaan yang sering diterapkan aturan ganjil genap. Dengan menggunakan kendaraan listrik, Nia merasa lebih nyaman dan tidak khawatir terkena pembatasan tersebut.
Perlunya Kesadaran dan Dukungan Pemerintah
Nia mengharapkan pemerintah dapat memberikan dukungan lebih dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. “Dukungan dari pemerintah dalam penyediaan fasilitas SPKLU sangat diperlukan. Semakin banyak fasilitas yang ada, semakin nyaman bagi pengguna kendaraan listrik,” ujarnya.
Pengembangan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan tersebut. Dengan demikian, pengurangan emisi dan pencemaran udara bisa mencapai target yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Dalam rangka mendukung transisi menuju kendaraan listrik, masyarakat diharapkan bisa memberikan dukungan dan kerjasama yang lebih baik. Dengan demikian, kendaraan listrik bisa menjadi pilihan utama untuk masa depan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan.





