Otomotif

Harga BBM Pertamina Memanas: Pertamax Turbo Kini Rp19.600!

Jakarta, Maret.id — Sebagai bagian dari pembaruan harga bahan bakar minyak (BBM), Pertamina mengumumkan bahwa harga produk BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 November 2026 tetap stabil. Kebijakan ini menunjukkan langkah pemerintah dalam menjaga kestabilan harga bahan bakar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Stabilitas Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi

Sejumlah produk bahan bakar seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamina Dex dipertahankan pada level harga yang sama dengan periode sebelumnya. Kebijakan tersebut berlaku untuk semua jenis BBM yang tercantum dalam daftar harga Pertamina, dan konsumen tidak perlu khawatir akan adanya kenaikan harga hingga akhir tahun 2026.

Harga BBM subsidi mempertahankan referensi kebijakan pemerintah, sementara harga BBM nonsubsidi dipertimbangkan berdasarkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. “Dengan tidak adanya perubahan harga, konsumen dapat lebih mudah merencanakan anggaran untuk pengeluaran bahan bakar mereka,” ungkap salah satu pejabat Pertamina.

Komponen Penetapan Harga BBM

Dalam menentukan harga jual BBM, Pertamina mempertimbangkan beberapa faktor penting. Di antaranya adalah pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta pajak yang berlaku. Selain itu, aspek pasar dan daya beli konsumen juga menjadi pertimbangan utama dalam kebijakan harga ini.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional dan memberikan kepastian bagi masyarakat. Pertamina berharap kebijakan ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat dalam kondisi ekonomi yang berfluktuasi.

Detail Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi

Untuk produk BBM nonsubsidi, harga Pertamax yang memiliki nilai oktan RON 92 ditetapkan sebesar Rp 15.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 dipatok dengan harga Rp 19.150 per liter dan Pertamax Turbo dengan RON 98 akan dijual seharga Rp 19.600 per liter.

Dalam kategori bahan bakar diesel, Pertamina Dex ditawarkan dengan harga Rp 25.200 per liter, sedangkan Dexlite dipasarkan dengan harga Rp 23.700 per liter. Stabilitas harga ini memungkinkan konsumen untuk memperkirakan pengeluaran bahan bakar pada bulan November 2026 tanpa rasa khawatir.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk menjaga aksesibilitas energi bagi masyarakat. Stabilitas harga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia ke depannya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button