Perhatikan Checklist Perawatan Baterai Mobil Listrik, Ternyata Kunci Awetnya!

Jakarta, Maret.id — Baterai merupakan salah satu komponen vital dan sekaligus mahal dalam mobil listrik. Kerusakan pada baterai dapat mengakibatkan pemilik kendaraan harus menghadapi biaya perawatan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perawatan baterai harus menjadi fokus utama sejak kendaraan baru digunakan.
Pentingnya Perawatan Baterai pada Mobil Listrik
Pada mobil listrik maupun hybrid, baterai berfungsi sebagai sumber daya utama untuk penggerak. Selain usia pakai yang bervariasi antara 10 hingga 15 tahun, kondisi baterai juga sangat dipengaruhi oleh kebiasaan pengisian daya, penggunaan kendaraan, serta faktor lingkungan eksternal seperti suhu. Rutin memeriksa status baterai dan mencari cara untuk memperpanjang umur baterai menjadi keharusan bagi para pemilik kendaraan listrik.
Tidak jarang, pertanyaan muncul mengenai konsekuensi finansial ketika baterai mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Apakah biaya perbaikannya dapat ditanggung oleh asuransi? Dalam hal ini, merujuk kepada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Pasal 1, kerusakan fisik pada baterai dapat dijamin asalkan disebabkan oleh risiko yang dicover dalam polis. Risiko tersebut meliputi tabrakan, benturan, kendaraan terbalik, tergelincir, atau terperosok.
Kebiasaan Baik yang Mendorong Kinerja Baterai
Di samping itu, penting diketahui bahwa kerusakan akibat gangguan teknis atau penurunan performa tanpa adanya peristiwa yang dilindungi dalam polis perlu ditinjau lagi berdasarkan penyebabnya. Dalam banyak kasus, kondisi ini mungkin jatuh ke dalam cakupan garansi pabrikan yang berlaku. Oleh sebab itu, pemilik kendaraan diharapkan untuk memahami ketentuan ini agar tidak terjebak dalam biaya tak terduga.
Ada beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan untuk menjaga performa baterai. Salah satu langkah penting adalah melakukan pemeriksaan secara berkala meskipun mobil masih dalam kondisi berjalan normal. Teknisi dapat memeriksa kondisi baterai, keseimbangan tegangan, serta sistem pendingin yang bertugas menjaga suhu baterai tetap dalam batas aman. Ada baiknya untuk mengikuti rekomendasi dari pabrikan mengenai jadwal pemeriksaan, baik berdasarkan waktu maupun jarak tempuh kendaraan.
Kebiasaan lain yang direkomendasikan adalah tidak selalu mengisi daya hingga 100 persen. Beberapa jenis baterai lebih baik jika dibiarkan berada dalam kisaran 20 hingga 80 persen untuk mengurangi stres pada sel baterai. Meskipun demikian, pemilik kendaraan perlu memperhatikan petunjuk yang diberikan pabrikan, terutama ketika merencanakan perjalanan jauh atau menggunakan fitur pengisian daya yang berbeda. Selain itu, penting juga untuk menghindari membiarkan baterai terlalu lama berada dalam keadaan hampir kosong.
Pentingnya Memperhatikan Suhu saat Parkir
Suhu memainkan peranan penting dalam menjaga kesehatan baterai. Oleh karena itu, saat memarkir kendaraan, sebaiknya diperhatikan faktor suhu di lingkungan sekitar. Memarkir mobil di tempat yang terlalu panas atau dingin dapat berpotensi merusak komponen baterai.
Melalui langkah-langkah sederhana namun efektif, pemilik kendaraan dapat memastikan bahwa baterai mobil listrik yang dimiliki tetap dalam kondisi optimal. Dengan melakukan perawatan yang tepat, tidak hanya meningkatkan umur baterai, tetapi juga mengurangi biaya perbaikan yang tidak perlu. Empat hal yang telah disampaikan menjadi kunci dalam menjaga performa, yaitu pemeriksaan berkala, pengisian daya yang bijak, serta perhatian terhadap suhu pada saat parkir. Pemilik kendaraan listrik diharapkan lebih menyadari pentingnya aspek ini untuk menjaga investasi mereka.





