Zulhas Dinilai Dongkrak Krisis kepercayaan setelah Salah Beri Informasi ke Prabowo!

Jakarta, Maret.id — Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, menilai bahwa kesalahan komunikasi yang dilakukan oleh Zulkifli Hasan dalam menyebut nama desa saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan kelemahan dalam ketelitian seorang pejabat publik. Meskipun insiden tersebut terkesan sepele, hal ini tetap mencerminkan pentingnya profesionalisme dalam jabatan strategis.
Dalam pernyataannya kepada media, Saiful menyatakan, “Dalam konteks ini, pernyataan Zulkifli Hasan yang keliru menyebut nama desa saat kunjungan Prabowo Subianto memang bisa dipandang sebagai hal yang sepele, tetapi tetap mencerminkan aspek ketelitian dan profesionalitas seorang pejabat publik.” Ia juga menegaskan bahwa akurasi dalam komunikasi publik berhubungan langsung dengan kepercayaan masyarakat dan kredibilitas pemerintah.
Pentingnya Akurasi dalam Komunikasi Publik
Saiful melanjutkan, “Dalam jabatan strategis seperti Menko Pangan, akurasi komunikasi menjadi penting karena berkaitan dengan kepercayaan publik dan kredibilitas pemerintah secara keseluruhan.” Ia berpendapat bahwa evaluasi terhadap seorang menteri harus lebih berfokus pada capaian kinerja di sektor yang menjadi tanggung jawabnya. “Yang lebih substansial adalah kinerja sektoral yang menjadi tanggung jawabnya. Dalam kondisi ekonomi Indonesia yang sedang melambat, maka peran Menteri Perdagangan yang juga dijabat oleh Zulhas menjadi krusial.”
Ia menyatakan bahwa jika indikator kinerja tidak sesuai dengan target pemerintah, evaluasi hingga pergantian menteri seharusnya dianggap sebagai langkah yang wajar. Menurutnya, “Jika indikator kinerja tidak menunjukkan hasil yang sesuai target, maka secara prinsip, evaluasi bahkan reshuffle adalah langkah yang wajar dalam sistem pemerintahan yang ingin tetap akuntabel.”
Faktor Politik dalam Keputusan Reshuffle
Namun demikian, Saiful juga mengingatkan bahwa keputusan reshuffle di Indonesia tidak hanya bergantung pada faktor kinerja. Pertimbangan politik, termasuk posisi partai dalam koalisi pemerintahan, juga menjadi elemen penting. “Status Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan posisi tawar yang kuat di dalam koalisi pendukung pemerintah,” tambahnya.
Kedekatan Zulkifli dengan Presiden Prabowo Subianto pun dianggap dapat memperkecil kemungkinan terjadinya pergantian menteri dalam waktu dekat. “Dalam banyak kasus, keputusan reshuffle tidak semata-mata berbasis kinerja, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas politik dan keseimbangan kekuatan antarpartai,” katanya.
Insiden Salah Sebut Nama Desa
Sebelumnya, Presiden Prabowo menghadiri panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, pada 23 Mei 2026. Dalam sambutannya, Prabowo sempat keliru menyebut nama desa lokasi acara. Ia berkata, “Terima kasih saya diundang ke sini Desa Karang Duwur,” yang kemudian dikoreksi oleh warga yang hadir, mengingatkan bahwa lokasi acara sebenarnya berada di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan.
Menanggapi koreksi tersebut, Prabowo bercanda mengenai kemungkinan reshuffle. “Waduh ini Menko tadi salah nama, perlu direshuffle enggak ini kira-kira?” ujar Prabowo, yang disambut dengan gelak tawa dari warga. Pernyataan ini menunjukkan dinamika politik yang terjadi, di mana kesalahan kecil pun bisa menjadi bahan perbincangan lebih luas mengenai kinerja para pejabat publik.





