Politik

Dinamika Unmul: Kampus Harus Bebas dari Pengaruh Politik Praktis!

Jakarta, Maret.id — Forum yang mengangkat isu pendidikan tinggi di Kalimantan Timur baru-baru ini menghadirkan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) sebagai bagian dari dialog terbuka. Forum ini bertujuan untuk menampung aspirasi, keresahan, dan harapan masyarakat mengenai masa depan pendidikan, khususnya di Unmul.

Independensi Akademik di Tengah Dinamika Politik

Para peserta forum menegaskan bahwa Universitas Mulawarman bukan hanya sekadar institusi pendidikan, tetapi juga merupakan simbol kehormatan pendidikan di Kalimantan Timur. Mereka berkomitmen untuk menjaga independensi akademik dari segala bentuk kepentingan politik yang dapat mengganggu keharmonisan sosial masyarakat.

Selain itu, peserta menyampaikan keprihatinan mengenai dinamika Pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Pilrek Unmul) yang dinilai mulai mengarah kepada potensi intervensi politik praktis. Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur menekankan bahwa pendidikan tinggi harus bebas dari politisasi dalam bentuk apa pun.

Pernyataan Sikap Bersama untuk Pendidikan Bersih

Sebagai manifestasi komitmen moral, para tokoh yang hadir menandatangani surat pernyataan yang berisi penolakan terhadap politisasi kampus. Mereka juga memberikan dukungan bagi proses Pilrek Unmul yang bersih, objektif, dan bermartabat.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Syaharie Jaang, menggarisbawahi bahwa keterlibatan politik dalam kampus dapat merusak sistem pendidikan sekaligus mengikis kepercayaan publik. “Jika kami harus turun langsung hingga ke kementerian atau bahkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menjaga dunia pendidikan Kalimantan Timur, khususnya Universitas Mulawarman, maka saya siap memimpin barisan ini,” ungkap Syaharie dalam keterangan tertulis.

Mempertahankan Kondusivitas Universitas Mulawarman

Ketua Umum LPADKT, Vendy Meru, menambahkan pentingnya menjaga kondusivitas Universitas Mulawarman agar tidak terganggu oleh ambisi segelintir pihak dalam momentum pemilihan rektor. Ia menekankan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masa depan pendidikan dan stabilitas sosial di Kalimantan Timur.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Prof. Abdunnur, Universitas Mulawarman telah mencatat banyak kemajuan dan prestasi. Oleh sebab itu, keberlanjutan pembangunan universitas perlu dijaga bersama.

Akademisi Prof. Adri Patton juga menekankan pentingnya menjaga prestasi yang telah diraih oleh Universitas Mulawarman. “Proses pemilihan rektor seharusnya lebih menonjolkan gagasan untuk keberlanjutan pembangunan universitas daripada dukungan politik,” tegasnya, menutup diskusi yang penuh semangat itu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button