Politik

DPR Desak Transisi Tata Niaga Sawit Lindungi Petani dari Kerugian!

Jakarta, Maret.id — Rencana pemerintah untuk menerapkan skema ekspor minyak sawit satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia menjadi sorotan utama dalam dunia politik saat ini. Langkah ini dinilai krusial bagi regulasi komoditas strategis nasional.

Harga TBS Diduga Dipengaruhi Pihak Tertentu

Anggota Komisi VI DPR RI, Rahmat Saleh, mengungkapkan bahwa penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) tidak sepenuhnya disebabkan oleh mekanisme pasar. Ia menduga adanya permainan dari pihak tertentu yang merasa dirugikan oleh kebijakan baru pemerintah mengenai ekspor sawit.

“Saya menduga ini salah satu efek karena ada pihak yang merasa terancam, lalu memainkan harga sawit,” ungkap Rahmat saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 25 Mei 2026. Pernyataan ini menegaskan kekhawatiran legislatif terhadap integritas pasar sawit nasional.

Regulasi Ekspor dan Ketahanan Energi

Lebih jauh, Rahmat menyoroti bahwa pengaturan ulang tata kelola ekspor sawit sejalan dengan fokus kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pengendalian ekspor komoditas strategis, termasuk sawit dan batu bara. Dia mencatat bahwa pengelolaan sawit kini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng tetapi juga sebagai bagian dari dukungan untuk ketahanan energi melalui pengembangan biodiesel.

“Karena itu, saya meminta agar masa transisi kebijakan tidak dimanfaatkan untuk menekan harga sawit di tingkat petani kecil,” tegasnya. Ini menunjukkan adanya kekhawatiran akan dampak kebijakan pemerintah yang dapat mempengaruhi kehidupan petani.

Peluang dari Pelibatan BUMN

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut juga memberikan catatan positif mengenai pelibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam skema ekspor satu pintu. Menurutnya, jika dijalankan dengan tepat, kebijakan ini memiliki potensi strategis untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar global serta meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.

“Kita fokus sekarang bagaimana menguatkan ketahanan energi nasional, terutama dari sektor sawit,” pungkas Rahmat. Pernyataan ini menegaskan komitmennya terhadap upaya peningkatan ketahanan energi yang berkelanjutan melalui sektor sawit.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button