Politik

Sembilan Tokoh Bentuk Tim Formatur untuk Kembalikan UUD 1945 Asli!

Jakarta, Maret.id — Ketua Steering Committee (SC) Pra Kongres, M. Hatta Taliwang, mengungkapkan bahwa forum ini telah menetapkan sembilan anggota tim formatur sebagai persiapan menuju kongres yang direncanakan kembali ke konstitusi asli pada 18 Agustus 2026 mendatang.

Tugas Tim Formatur

Hatta menjelaskan bahwa tim formatur memiliki sejumlah tugas penting. Mereka diharuskan merencanakan undangan, menyusun acara, serta mencari dana agar kongres dapat terlaksana dengan baik. “Kira-kira itulah tugas dari tim formatur ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Hatta menambahkan bahwa kongres akan berlangsung di gedung DPR/MPR, dengan rencana mengundang Presiden Prabowo Subianto sebagai pembicara kunci. Menurut Hatta, undangan untuk Ketua MPR juga sangat penting karena peranannya dalam acara tersebut. “Apalagi kalau kita pakai gedungnya, kan nggak mungkin kita mengabaikan,” ujarnya.

Susunan Anggota Tim Formatur

Sembilan tokoh yang ditetapkan sebagai tim formatur mencakup berbagai latar belakang. Mereka terdiri dari Ichsanuddin Noorsy, M. Hatta Taliwang, Yudhie Haryono, Wati Burhanuddin, Ida, MS Kaban, Purnomo, Suryana, dan Dindin Maulani. Komposisi yang beragam ini diharapkan mampu membawa perspektif yang luas dalam menyusun agenda kongres.

Sebelum pembentukan tim formatur, telah dilaksanakan diskusi mendalam mengenai visi dan alasan pentingnya kembali ke UUD 1945 asli. Diskusi ini dihadiri oleh tiga narasumber terkemuka, yaitu Prof. Sri Edi Swasono, Ichsanuddin Noorsy, dan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo.

Pentingnya Kembali ke UUD 1945

Forum ini menekankan tidak hanya aspek teknis pelaksanaan kongres, tetapi juga landasan filosofisnya. Menurut Hatta, penting bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 asli sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.

“Dengan kembali ke UUD 1945 asli, kita berharap bisa memperkuat fondasi demokrasi dan penegakan keadilan di negara ini,” tambahnya. Memastikan kehadiran tokoh-tokoh penting dalam kongres mendatang menjadi langkah strategis dalam menggaet dukungan publik.

Sebagai hasil, panitia akan mempertimbangkan dengan matang siapa-siapa saja yang akan diundang, dengan fokus pada dukungan dari berbagai kalangan agar acara tersebut dapat berlangsung sukses dan efektif.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button