Politik

Doding Blak

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, mengingatkan mahasiswa untuk tidak ragu dalam memberikan kritik serta masukan terkait kebijakan Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Hal ini diungkapkan saat pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Trenggalek untuk masa khidmat 2026-2027 di Gedung NU Trenggalek.

Pentingnya Suara Mahasiswa dalam Demokrasi

Doding Rahmadi menekankan bahwa kritik konstruktif dari mahasiswa sangat diperlukan untuk meningkatkan pelayanan publik. Ia percaya bahwa partisipasi mahasiswa dalam menyampaikan pendapat dapat membantu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Jika masyarakat merasa ada kebijakan yang kurang tepat, kami mendorong untuk menyampaikannya. Hal ini penting untuk dikaji ulang dan diperdalam demi kemajuan demokrasi,” ujarnya.

Selain itu, Doding juga mengakui posisi strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial. Ia berharap kepengurusan baru PC PMII dapat lebih maksimal dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif untuk kemajuan daerah. “Kita semua berharap bahwa PC PMII ke depan dapat menjalankan perannya dengan lebih baik, memperjuangkan masyarakat, serta mendorong perubahan yang positif,” kata Doding.

Dukungan Terhadap Partisipasi Mahasiswa

Legislator yang berasal dari Dapil Gandusari, Karangan, dan Suruh ini menegaskan bahwa DPRD Trenggalek senantiasa terbuka terhadap masukan dari kalangan mahasiswa. Menurutnya, hasil kajian kritis yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi pertimbangan penting dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada masyarakat. “Kami di DPRD Trenggalek selalu siap sedia menerima masukan agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” jelas Doding.

Doding juga menambahkan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Dalam sistem demokrasi, adanya berbagai pandangan, baik yang sejalan maupun yang berbeda, adalah hal yang wajar selama tetap menghormati hukum yang berlaku. Ia menggarisbawahi pentingnya kontrol sosial dari mahasiswa dan masyarakat agar pemerintah dapat lebih mendengarkan kebutuhan di lapangan. “Program pemerintah perlu diawasi agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Mendorong Terciptanya Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat

Doding Rahmadi menjelaskan bahwa tanpa adanya pengawasan dan kritik yang membangun, pemerintah akan sulit untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi di lapangan. “Terkadang ada ketidaksesuaian antara konsep yang dijalankan dan realita yang ada. Karena itu, kita butuh kontrol sosial untuk memastikan bahwa program-program yang ada dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Doding.

Melalui pernyataan ini, Ketua DPRD Trenggalek mengajak mahasiswa untuk berperan aktif dalam memberikan kritik yang membangun demi tercapainya pelayanan publik yang lebih baik. Dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa dalam proses pengambilan keputusan, diharapkan ke depan, kebijakan yang diambil dapat lebih responsif dan sesuai dengan aspirasi rakyat. Doding berharap, langkah ini akan menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan daerah Trenggalek.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button