Nasdem Tegaskan Komitmen Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Hermawi Taslim, memberikan tanggapan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 128/PUU-XXIV/2026 yang menguji Pasal 245 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dalam pernyataannya, Hermawi menegaskan komitmen Partai Nasdem untuk memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam daftar calon legislatif di tingkat pusat.
Hermawi melanjutkan, “Hingga Pemilu 2024, di tingkat pusat, Nasdem senantiasa memperhatikan dengan sungguh-sungguh keterwakilan perempuan 30 persen dan selalu terpenuhi dalam setiap pemilu,” ucapnya saat berbincang dengan wartawan pada Selasa, 26 Mei 2026. Dia juga menyatakan bahwa Nasdem adalah satu-satunya partai politik di Indonesia yang memiliki komposisi anggota DPR perempuan mencapai 30 persen dan merupakan satu-satunya yang menempatkan kader perempuan sebagai unsur pimpinan MPR.
Keterwakilan Perempuan dalam Struktur Partai
Keterwakilan perempuan, lanjut Hermawi, tidak hanya diterapkan dalam pencalonan legislatif tetapi juga dalam struktur kepengurusan partai. Dia menyampaikan bahwa komposisi pengurus perempuan di jajaran pusat Partai Nasdem telah mencapai 30 persen dan bertahan hingga saat ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa Nasdem serius dalam mendukung partisipasi dan kedudukan perempuan di ranah politik Indonesia.
“Hasil ini mencerminkan keseriusan kami dalam mengangkat suara perempuan di partai politik. Komposisi perempuan yang signifikan dalam kepengurusan menciptakan iklim yang lebih inklusif,” terang Hermawi. Hal ini menunjukkan bahwa nasib dan keterwakilan perempuan dalam politik menjadi salah satu fokus utama bagi Partai Nasdem di tengah dinamika pemilu yang semakin ketat.
Akademi Perempuan Nasdem
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader perempuan, Nasdem mendirikan Akademi Perempuan Nasdem. Program ini secara rutin mengadakan pertemuan mingguan yang melibatkan aktivis perempuan dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas isu-isu keperempuanan secara mendalam.
“Akademi Perempuan Nasdem secara rutin setiap minggu mengumpulkan perempuan aktivis Nasdem dari seluruh Indonesia untuk mendiskusikan topik-topik keperempuanan dengan narasumber dari kalangan internal maupun pihak luar,” ungkap Hermawi. Inisiatif ini digambarkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran dan advokasi terhadap isu-isu yang dihadapi perempuan di tingkat lokal maupun nasional.
Komitmen Terhadap Permasalahan Perempuan
Melalui program-program ini, Partai Nasdem ingin menunjukkan dedikasinya terhadap penggunaakan dan pemberdayaan perempuan dalam politik. Menurut Hermawi, memperjuangkan hak-hak perempuan dan memastikan keterwakilan yang proporsional di tingkat legislatif serta kepengurusan partai adalah langkah penting menuju pemerintahan yang lebih adil dan demokratis.
“Inisiatif yang kami lakukan adalah wujud nyata dari komitmen kami untuk menjadikan perempuan sebagai bagian integral dari pembangunan politik dan sosial di Indonesia. Kami ingin memastikan suara perempuan tidak hanya ada, tetapi juga didengar dan diperhitungkan dalam setiap keputusan penting,” tutup Hermawi.





