DPR Desak Tindakan Tegas Atasi Tambang Ilegal Perusak Lingkungan di Sumbar!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi I DPR RI, Mulyadi, menegaskan bahwa praktik ilegal yang merusak lingkungan tidak dapat dibiarkan. Mulyadi, yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, menginginkan agar peran TNI maksimal dalam menertibkan tambang ilegal yang telah beroperasi selama bertahun-tahun tanpa ada tindakan yang berarti.
Pemanggilan TNI untuk Menindaktegas
“Mohon kiranya aktualisasi peran TNI betul-betul terwujud untuk menertibkan tambang ilegal yang sudah bertahun-tahun tidak mampu ditertibkan ini,” katanya dengan tegas dalam keterangannya pada Jumat, 29 Mei 2026. Informasi yang beredar di masyarakat juga menyebutkan adanya dua nama dengan inisial N dan R yang diduga kuat sebagai cukong besar dalam bisnis tambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman.
Intervensi Lintas Institusi Diperlukan
Menyikapi isu ini, Mulyadi menekankan pentingnya intervensi dari berbagai instansi guna menertibkan aktivitas tambang ilegal yang diperkirakan didukung oleh oknum-oknum tertentu. “Kegiatan yang merusak alam ini telah berlangsung menahun, dan sudah saatnya untuk memperkuat pengawasan.”
Mulyadi meminta kepolisian dan TNI untuk tidak hanya berdiam diri dan segera melakukan investigasi yang mendalam terhadap informasi yang beredar di masyarakat. “Kekayaan dan kelestarian alam Sumatera Barat harus diselamatkan dari tangan-tangan serakah yang hanya berorientasi memperkaya diri tanpa mempedulikan kerusakan lingkungan,” tegasnya.
Prioritas Penindakan pada Tambang Besar
Dalam pembahasan lebih lanjut, Mulyadi memberikan penekanan khusus mengenai sasaran penindakan. Ia berpendapat bahwa aparat hukum harus memprioritaskan pemberantasan tambang ilegal berskala besar yang beroperasi menggunakan alat berat seperti ekskavator. “Yang mesti segera ditertibkan itu adalah yang menggunakan alat berat. Tidak masuk akal jika puluhan bahkan ratusan ekskavator beroperasi di satu titik lokasi, lalu itu diklaim sebagai tambang rakyat,” pungkasnya.
Mulyadi menekankan bahwa penting untuk memfokuskan penindakan terhadap tambang-tambang besar yang merusak lingkungan. Ia berharap agar tindakan tegas segera diambil demi menjaga kelestarian alam dan menghindari kerusakan lebih lanjut di Sumatera Barat.





