Gibran Tegaskan Komitmen Penuh pada Perhatian Guru Agama Kristen!

Jakarta, Maret.id — Audiensi baru-baru ini membahas peran penting pendidik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti penguatan pendidikan karakter serta spiritualitas generasi muda yang menjadi salah satu fokus utama kebijakan pemerintahan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan SDM unggul melalui sektor pendidikan dan penguatan karakter bangsa. Ketua Umum Panitia Musyawarah Nasional (Munas) II Perhimpunan Dosen dan Peneliti Ilmu Pendidikan (PERDISKI), Riovold Yulianto, mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan arahan agar organisasi profesi ini mengambil peran proaktif dalam pengembangan pendidikan nasional.
Pesan Khusus Wakil Presiden
Riovold menjelaskan bahwa ada pesan khusus dari Wakil Presiden terkait harapan bagi PERDISKI untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kesejahteraan dan perlindungan guru. “Ada pesan khusus memang yang disampaikan oleh Pak Wapres. Kita diharapkan PERDISKI ini juga menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan, selain kesejahteraan, juga perlindungan guru dan juga bagaimana peningkatan kualitas pendidikan kita,” ujarnya usai pertemuan.
Wakil Presiden juga menekankan bahwa peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan melalui pelatihan dan workshop secara berkelanjutan. “Diharapkan kita juga harus sering-sering membuat kegiatan-kegiatan, bagaimana workshop-workshop para guru ini, kita terus melakukannya secara intens. Supaya apa, kualitas pendidik juga akan semakin maju,” tambah Riovold.
Apresiasi untuk Guru Agama Kristen
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PERDISKI, Yusak, menyampaikan apresiasi atas perhatian dari Wakil Presiden Gibran terhadap dedikasi guru agama Kristen di seluruh Indonesia. Ia mencatat bahwa Gibran berkomitmen untuk fokus dalam kesejahteraan guru agama Kristen. “Beliau juga konsentrasi dalam kesejahteraan guru agama Kristen se-Indonesia dan beliau mendukung supaya guru agama Kristen layak untuk diperjuangkan kesejahteraannya,” ungkap Yusak.
Komitmen ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk menyukseskan pendidikan agama, terutama pendidikan agama Kristen. Dengan dukungan tersebut, diharapkan guru-guru agama Kristen mendapatkan perlindungan dan perhatian yang lebih baik guna meningkatkan kualitas pendidikan di sektor ini.
Kedepan, Fokus pada Kualitas Pendidikan
Pendidikan yang berkualitas diharapkan dapat terwujud melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dan pendidik. “Di satu sisi kesejahteraan, tetapi kualitas juga harus juga dikedepankan,” tutup Riovold sebagai penegasan mengenai pentingnya sinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.





