Manuver Syaifuddin: Sinyal Tegas Atasi Pembangunan Surabaya

Jakarta, Maret.id — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan bahwa pemerataan pembangunan antarwilayah dan peningkatan kualitas lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi Kota Surabaya, terutama di peringatan Hari Jadi Kota Surabaya yang ke-733. Meskipun berbagai capaian pembangunan telah diraih, fokus harus tetap diarahkan pada penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat.
Pembangunan yang Berkesinambungan
Syaifuddin menyampaikan pernyataannya dalam acara peringatan tersebut, mengapresiasi kemajuan yang dicapai selama kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi. Dia menilai transformasi pembangunan Surabaya menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik, infrastruktur, dan program pemberdayaan ekonomi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, prioritas pembangunan kota selama ini telah menekankan kebutuhan dasar masyarakat. Alokasi anggaran dipusatkan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Indikator Sosial yang Membaik
Syaifuddin juga mencatat bahwa indikator sosial menunjukkan hasil yang positif. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran mencerminkan efektivitas program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Berbagai intervensi, seperti bantuan sosial, beasiswa pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan bagi ibu dan anak, telah mulai memberikan dampak bagi masyarakat.
“Saya yakin, upaya Pemerintah Kota dalam mengurangi angka pengangguran melalui pelatihan kerja dan pembukaan peluang usaha berbasis ekonomi kerakyatan memiliki peran penting,” tuturnya.
Tantangan ke Depan
Meskipun ada kemajuan, tantangan pembangunan ke depan masih cukup berat. DPRD menekankan perlunya perhatian serius dalam pemerataan pembangunan, terutama antara daerah pusat kota dan wilayah pinggiran. Penyediaan infrastruktur dasar yang berkualitas, termasuk dalam sistem transportasi publik dan pengelolaan sampah, menjadi agenda yang harus dituntaskan.
Syaifuddin menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan fisik dan sosial. Ia menyatakan bahwa infrastruktur dan aspek kesejahteraan sosial harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh warga Surabaya.
Ke depan, Surabaya diharapkan dapat berkembang menjadi kota modern yang tetap humanis dan inklusif, dengan penguatan digitalisasi layanan publik dan pengembangan transportasi ramah lingkungan sebagai fokus utama. Dia juga menekankan perlunya memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
“Momentum Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 harus menjadi refleksi bagi kita semua bahwa pembangunan kota adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan harapan dan kerjasama yang solid antara semua elemen, Syaifuddin optimistis Surabaya akan terus tumbuh dan memberikan kesejahteraan bagi setiap warganya.





