Jemaah Haji Indonesia Ditegaskan Tertib Menanti Kepulangan ke Tanah Air!

Jakarta, Maret.id — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengumumkan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia telah meninggalkan Mina. Saat ini, seluruh tenda yang digunakan oleh jemaah haji di Mina telah kosong dan tidak ada lagi jemaah yang tertinggal di lokasi tersebut.
Dahnil mengungkapkan, “Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina. Mina sudah bersih dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” pada hari Minggu, 31 Mei 2026. Ia juga mengungkapkan bahwa secara umum fase Armuzna tahun ini telah dilalui dengan baik, menyoroti sejumlah kemajuan dalam layanan serta perubahan tata kelola yang dianggap signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Evaluasi Pelayanan Haji
Meskipun mengakui keberhasilan dalam fase Armuzna, Dahnil juga menyampaikan adanya catatan penting yang perlu dievaluasi oleh Kementerian Haji dan Umrah. Catatan tersebut berkaitan dengan pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah dengan skema murur. “Catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” jelasnya.
Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, Dahnil memohon maaf kepada jemaah haji Indonesia jika selama fase puncak Armuzna terdapat kekurangan atau kekhilafan dalam pelayanan. Ia menekankan, “Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami.”
Apresiasi untuk Jemaah dan Petugas
Dahnil juga memberikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan dengan tertib selama berada di Mina. Selain itu, ia menghargai dedikasi seluruh petugas yang telah melayani jemaah dengan penuh komitmen. “Setelah fase Armuzna selesai, kami masuk ke fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati,” ujarnya.
Dahnil mengingatkan agar petugas menjaga pelayanan di hotel-hotel jemaah, serta mengedepankan sikap simpatik dan empatik. Ia juga menekankan pentingnya bagi jemaah haji Indonesia untuk tetap tertib sambil menunggu jadwal kepulangan. “Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.
Pemulangan Jemaah ke Tanah Air
Dengan berakhirnya fase Armuzna, fokus kini beralih kepada pemulangan jemaah ke Indonesia. Dahnil menekankan kepada seluruh petugas untuk tetap bekerja dengan penuh dedikasi. Ia meminta agar semua petugas responsif dan tetap menunjukkan sikap empati kepada setiap jemaah yang ada.
Dalam konteks ini, pemeliharaan kesehatan jemaah juga menjadi prioritas. Oleh karena itu, seluruh jemaah dihimbau untuk menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang berlebihan di luar hotel. Hal ini diharapkan dapat memudahkan proses pemulangan dan memastikan jemaah tiba dengan selamat di Tanah Air.





