Politik

Ketahanan Pangan: TNI Perkuat Pengabdian Demi Kesejahteraan Rakyat!

Jakarta, Maret.id — Selain menjalankan tugas utama menjaga pertahanan negara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini aktif mendukung berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar rakyat. Terlibat dalam sektor pertanian, peternakan, pengairan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan, TNI menunjukkan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah.

Pernyataan Menteri Pertahanan

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat memiliki dimensi pengabdian yang lebih luas dari sekadar menjaga keamanan wilayah. “Kehadiran TNI tidak hanya bertugas menjaga pertahanan wilayah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sjafrie dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu, 31 Mei 2026.

Menurutnya, prajurit TNI harus mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, termasuk mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat yang semakin mendesak. Menyadari tantangan yang dihadapi, ia mengapresiasi berbagai program yang dijalankan oleh prajurit di sektor pertanian dan peternakan, serta kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan pembinaan pendidikan bagi warga sekitar.

Dukungan Masyarakat Sipil

Dukungan terhadap keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan juga datang dari kalangan masyarakat sipil. Ketua Umum Pimpinan Pusat Serikat Tani Nelayan (PP STN), Ahmad Rifai, menilai bahwa keterlibatan TNI merupakan bentuk gotong royong nasional untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Fokus tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian bangsa di sektor yang esensial ini.

“Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan,” ungkap Ahmad Rifai. Namun, ia juga menegaskan pentingnya agar petani dan nelayan tetap menjadi subjek utama dalam pelaksanaan program tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sinergi dalam Produksi Garam

PP STN juga mendorong agar keterlibatan TNI Angkatan Laut diperkuat dalam mendukung produksi garam nasional bersama nelayan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menurut Ahmad Rifai, sinergi antara TNI, nelayan, dan kementerian terkait dapat mempercepat target penghentian impor garam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang berbeda, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan erat dengan tugas pengabdian TNI kepada rakyat. “Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan yang memadai, termasuk saat menghadapi tantangan bencana alam maupun keterbatasan infrastruktur,” ujarnya, menunjukkan komitmen TNI untuk berperan aktif dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button