Politik

Manuver Untari: Dana Kopdes Merah Putih Harus Proporsional!

Jakarta, Maret.id — Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyerukan agar para pemangku kepentingan lebih selektif dalam memilih lokasi untuk pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Permintaan ini muncul sebagai respon terhadap laporan mengenai beberapa lokasi pembangunan yang dianggap tidak tepat, seperti yang berada dekat dengan area pemakaman serta penempatan beberapa unit di satu jalur jalan yang sama.

Pentingnya Penelitian Lokasi

Sri Untari mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi untuk pembangunan koperasi mesti melibatkan penelitian yang komprehensif. “Lokasi-lokasi yang seperti ini mestinya antara kepala desa, kemudian pengurus koperasi Merah Putih, dan semua yang terlibat dalam pembangunan itu harus meneliti dulu lahannya,” ujarnya. Hal ini disampaikannya seusai upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila di kantor PDI Perjuangan Jawa Timur, Senin (1/6/2026).

Menurut Untari, pembangunan koperasi yang tidak didasari oleh penelitian lahan yang baik dapat mengurangi manfaat yang seharusnya diterima oleh warga desa. Koordinasi yang baik antara kepala desa dan pengurus koperasi sangat penting untuk menentukan titik pembangunan agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Mendorong Ketahanan Pangan Lokal

Untari menegaskan bahwa pemilihan lokasi Kopdes harus mempertimbangkan kriteria yang mendukung aksesibilitas. Dia menyebutkan bahwa lokasi yang ideal harus berada di kawasan yang ramai dan mudah dijangkau oleh berbagai moda transportasi, termasuk sepeda motor dan mobil. “Ke depan, ini mau dipakai sebagai sentral jalur distribusi sembako di masing-masing desa dan kelurahan,” tambahnya.

Peran koperasi di masa depan diyakini akan sangat vital bagi ketahanan pangan lokal. Oleh karena itu, Untari menegaskan pentingnya memilih lokasi yang strategis agar koperasi dapat berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Koordinasi yang Efektif

Sri Untari juga memperingatkan perlunya efektivitas lahan agar aset yang dibangun tidak menjadi sia-sia. Koordinasi antara pihak desa dan tim pembangunan menjadi mutlak diperlukan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa koperasi benar-benar berfungsi sebagai urat nadi ekonomi lokal, bukan hanya sekadar bangunan fisik di lokasi yang sepi.

“Jadi harus cari kawasan yang sudah dicampur dan tidak mengabaikan kepentingan masyarakat,” kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur ini. Dengan perencanaan dan koordinasi yang baik, diharapkan pembangunan koperasi dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button