Politik

PDIP Desak Penegasan Pancasila Menghadapi Ancaman Oligarki!

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menekankan pentingnya Pancasila sebagai instrumen untuk mengubah struktur perekonomian, politik, dan budaya di Indonesia. Pancasila, menurut Hasto, diharapkan dapat menghapus praktik penindasan yang masih ada di tengah masyarakat.

Dalam pernyataannya di Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Senin, 1 Juni 2025, Hasto menyampaikan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol. “Pancasila mencita-citakan perubahan agar tidak ada lagi penindasan,” ujarnya di hadapan wartawan. Fokus utama adalah mewujudkan makna kemerdekaan yang sesungguhnya, tidak hanya dalam hal kebebasan bersuara, tetapi juga dalam memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat untuk berusaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Pentingnya Inisiatif Ekonomi Rakyat

Hasto menggarisbawahi bahwa negara berperan penting dalam memfasilitasi inisiatif dan aktivitas ekonomi rakyat. Ia berpendapat bahwa hal ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial dalam bidang perekonomian. “Aspek inisiatif usaha ekonomi rakyat yang difasilitasi oleh pemerintahan harus diwujudkan sebagai bagian dari keadilan di bidang perekonomian,” tegasnya.

Kekhawatiran Hasto semakin bertambah saat ia mencermati berbagai masalah ekonomi yang terjadi saat ini. Menurutnya, pergeseran semangat Pancasila dalam pembangunan ekonomi nasional menjadi penyebab munculnya persoalan tersebut. “Sistem ekonomi yang seharusnya mengedepankan kekuatan rakyat mulai tergantikan oleh dominasi kelompok oligarki,” ungkap Hasto dengan nada serius.

Pergeseran Nilai Pancasila

Hasto menekankan bahwa makna Pancasila yang seharusnya menjadi panduan dalam membangun sistem ekonomi yang adil kini terancam. “Kami sangat khawatir jika makna Pancasila dalam upaya membangun sistem perekonomian yang berkeadilan digantikan oleh kekuatan oligarki,” keluhnya. Hasto berharap agar pemerintah lebih menekankan pada pemberdayaan ekonomi rakyat, sehingga setiap individu memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Pernyataan Hasto ini muncul di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi pemerintah, termasuk inflasi dan ketidakpastian pasar yang dapat mengganggu stabilitas perekonomian. Ia menyerukan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan terwujudnya keadilan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Upaya Memiliki Kebijakan Pro-Rakyat

Hasto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyuarakan pentingnya mendorong kebijakan yang pro-rakyat. Ia berpendapat bahwa inisiatif dari bawah harus didukung oleh regulasi yang memadai agar program-program ekonomi yang diusung oleh rakyat dapat terlaksana dengan baik. “Kami mengharapkan adanya kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat untuk memfasilitasi tumbuhnya usaha-usaha kecil yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan,” tukasnya.

Dengan demikian, Hasto berharap agar semangat Pancasila dapat kembali mengilhami setiap aspek pembangunan di Indonesia. Melalui upaya yang terfokus pada kebijakan pro-rakyat, diharapkan Indonesia bisa mencapai tujuan keadilan sosial yang ideal sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button