Manuver Komisi B: Respon Tegas Selamatkan Peternak Telur!

Jakarta, Maret.id — DPRD Jawa Timur berencana memanggil dinas terkait untuk mengatasi anjloknya harga telur di tingkat peternak. Hal ini menjadi langkah vital mengingat penurunan harga dapat mengancam keberlangsungan usaha peternak rakyat.
Panggilan Dinas Terkait untuk Penjelasan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur telah mengidentifikasi masalah serius terkait harga telur yang terus mengalami penurunan. Untuk menangani isu ini, Komisi B DPRD Jatim merencanakan pemanggilan dinas terkait guna mendengarkan penjelasan dan merancang langkah-langkah konkret dalam melindungi peternak rakyat dari kerugian yang berkepanjangan.
Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Erma Susanti, menekankan bahwa ketidakstabilan harga telur tidak bisa dianggap sepele. Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil tindakan strategis untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak, terutama di tengah ancaman tingginya biaya produksi.
Permintaan Subsidi Pakan untuk Menjaga Usaha Peternak
Erma menegaskan bahwa kondisi peternak saat ini cukup mengkhawatirkan. Penurunan harga telur di tingkat peternak yang semakin tajam berbanding terbalik dengan harga pakan yang masih tinggi. Oleh karena itu, DPRD Jatim mendorong pemerintah untuk segera menyiapkan kebijakan terkait subsidi pakan ayam.
Subsidi ini dianggap penting untuk memastikan peternak tetap bertahan dan tidak mengalami kerugian yang dapat mengakibatkan penurunan produksi telur. “Diperlukan subsidi pakan ayam agar peternak tidak kolaps,” tegasnya.
Mendorong Optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis
Selain mendesak adanya subsidi pakan, DPRD Jatim juga mengusulkan peningkatan penggunaan telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diharapkan bisa menjadi instrumen alternatif untuk menyerap kelebihan produksi telur dari para peternak, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga.
DPRD Jatim juga menyarankan agar dalam kebijakan BGN (Bantuan Gizi Nutrisi) penyerapan telur dapat ditingkatkan dalam menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Hal ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari jatuhnya harga telur.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan skema subsidi harga jagung. Kerja sama antara Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Kementerian Pertanian menjadi bagian dari upaya menurunkan biaya pakan, yang selama ini menjadi beban utama peternak.
Tindakan Protes Peternak di Kabupaten Blitar
Desakan untuk penanganan segera juga menguat setelah dilakukannya aksi damai oleh peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar. Peternak dari berbagai daerah seperti Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek menggelar aksi yang membagikan sekitar satu juta butir telur kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur.
Dalam aksi tersebut, Koordinator, Suyanto, mengungkapkan bahwa harga telur kini hanya berada di kisaran Rp21 ribu per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah yang berkisar antara Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram. Selain itu, peternak juga menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan, yang semakin membebani margin usaha mereka.
DPRD Jawa Timur menganggap situasi ini sebagai sinyal bahwa intervensi pemerintah diperlukan dengan cepat dan terukur. Sektor peternakan rakyat adalah bagian penting dari ketahanan pangan daerah yang harus terus dijaga keberlanjutannya.
DPRD berharap pertemuan dengan dinas terkait nantinya dapat melahirkan formulasi kebijakan yang seimbang antara kepentingan peternak, stabilitas harga pangan, dan kesinambungan pasokan telur untuk masyarakat.





