Kornas RMPG Tanggapi Tajam Laporan ICW dan Celios Tentang Pengelolaan SPPG!

Jakarta, Maret.id — Kornas Relawan Muda Prabowo-Gibran (RMPG) Firman Mulyadi menyatakan dukungannya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan dari duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Meskipun demikian, Firman menekankan bahwa RMPG tidak akan terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam keterangan tertulis yang diterima oleh awak media di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, Firman menjelaskan bahwa keterlibatan Sekretaris Jenderal RMPG, Hanief Adrian, di Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR) adalah murni atas inisiatif pribadi dan tidak mewakili institusi RMPG. “Kami menghormati keputusan pribadinya untuk membantu program ini,” ungkap Firman.
Klarifikasi Terkait Keterlibatan Yayasan
Firman juga memberikan klarifikasi tertulis yang ditujukan kepada Center of Economic and Law Studies (Celios) dan Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait temuan mereka. Ia menegaskan bahwa kehadiran Hanief di yayasan tersebut tidak mewakili RMPG, melainkan bersifat pribadi. Dalam pandangannya, meskipun program MBG memiliki potensi positif, masih ditemukan sejumlah kekurangan serta indikasi pelanggaran hukum yang perlu ditindaklanjuti.
“Kami menyerahkan masalah ini kepada penegak hukum yang berwenang. Kami juga mendukung langkah Presiden Prabowo untuk mengganti Kepala dan Wakil Kepala Badan Geologi Nasional (BGN) yang lama serta tindakan pencegahan guna memerangi korupsi terkait program MBG,” lanjut Firman.
Operasional Dapur MBG di Penjara
Sejumlah informasi menunjukkan bahwa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan akan membuka 36 dapur MBG di berbagai lembaga pemasyarakatan pada akhir Mei. Di Lapas Sukamiskin, Bandung, operasional dapur ini melibatkan yayasan yang mempunyai hubungan dekat dengan Presiden Prabowo. Peneliti dari Celios, Isnawati Hidayah, mempertanyakan peran lapas sebagai lokasi produksi makanan, menekankan bahwa fungsi lapas semestinya adalah rehabilitasi narapidana.
Kepala Advokasi ICW, Egi Primayogha, bahkan mencurigai bahwa keterlibatan yayasan ini memiliki agenda khusus, mengingat proyek ini bernilai mencapai Rp335 triliun. “Pelibatan ini seharusnya tidak untuk bagi-bagi keuntungan,” tegasnya.
Keterkaitan Yayasan dengan Relawan Prabowo-Gibran
Lebih jauh, Egi menjelaskan bahwa koordinasi antara pihak lapas dan yayasan IFSR dilakukan karena adanya kebutuhan untuk mendirikan SPPG (Sistem Pangan Publik Gratis) di lingkungan lapas. Yayasan ini, menurut ICW, terafiliasi erat dengan Relawan Muda Prabowo-Gibran dan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dalam konteks Pemilihan Presiden 2024.
Dalam struktur yayasan, Hanief Adrian menjabat sebagai Pembina dan telah terlibat aktif, sedangkan Glory Harimas Sihombing berfungsi sebagai koordinator Balai Dewan Pakar Prabowo. “Kami telah berkoordinasi dengan BGN dan menemukan bahwa Lapas Sukamiskin merupakan lokasi yang tepat untuk mendirikan SPPG karena ada penerima manfaatnya,” ungkap Egi.
Dengan begitu, keterlibatan yayasan dalam program MBG dan operasional dapur di lembaga pemasyarakatan terus menjadi sorotan berbagai kalangan, serta menuntut transparansi dari pihak-pihak yang terlibat.





