Pelemahan Rupiah Terancam Korbankan Hak dan Kebutuhan Rakyat!

Jakarta, Maret.id — Nilai tukar Rupiah kembali mengalami pelemahan, turun sebesar 0,35 persen menjadi Rp18.028 per Dolar AS. Angka ini mencatatkan posisi terendah yang pernah dicapai oleh mata uang Indonesia dalam sejarah.
Pelemahan Rupiah dan Anjloknya Pasar Saham
Pelemahan Rupiah terjadi bersamaan dengan penurunan signifikan di pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 3,02 persen pada pukul 09.30 WIB, jatuh ke level 5.760,33. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan di pasar keuangan semakin meningkat.
Tanggapan Anggota DPR Terhadap Krisis Ekonomi
Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera memberikan tanggapan terkait kondisi ekonomi yang tengah dihadapi. Ia menyatakan bahwa tekanan terhadap perekonomian nasional saat ini berasal dari berbagai faktor, baik domestik maupun global. Menurut Mardani, situasi yang sulit ini tentunya memerlukan perhatian lebih dari berbagai pihak.
“Tekanan terus datang. Peringkat turun, ada kasus MBG hingga geopolitik yang terus bergejolak justru menjadi push factor,” jelas Mardani. Politikus yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan bahwa bukan hanya pemerintah yang bertanggung jawab, tetapi semua elemen bangsa harus bersama-sama menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.
Kebijakan untuk Memulihkan Kepercayaan Publik
Mardani menekankan pentingnya kebijakan yang dapat memulihkan kepercayaan publik dan pasar terhadap kondisi ekonomi. “Berbagai tantangan yang muncul harus dijawab dengan langkah-langkah konkret untuk memperbaiki situasi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan dalam meminimalkan dampak negatif dari krisis ini.
Di tengah situasi yang sulit ini, Mardani juga mengingatkan agar pemerintah tidak melupakan kepentingan rakyat. “Rakyat harus selalu dijaga hak dan kebutuhannya,” pungkasnya. Dengan pernyataan tersebut, Mardani menegaskan komitmen untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya bermanfaat bagi pasar semata, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Menandai dinamika ekonomi yang penuh tantangan, pernyataan Mardani menyoroti perlunya perhatian bersama dalam mengatasi isu-isu yang dihadapi oleh ekonomi Indonesia saat ini.





