Kemenhaj Tingkatkan Layanan bagi Jemaah Menjelang Puncak Haji

Makkah, Maret.id — Sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air menuju Arab Saudi, sementara pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah terus berlangsung secara bertahap.
Kedatangan dan penempatan jemaah
Hingga saat ini tercatat 165 kloter berjumlah 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji. Untuk gelombang kedatangan melalui Bandara King Abdul Aziz International di Jeddah, tercatat 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas telah tiba. Selain itu, 2.958 jemaah haji khusus juga sudah berada di Arab Saudi.
Dari sisi penempatan, PPIH daerah kerja Madinah melayani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang menempati 94 hotel. PPIH daerah kerja Makkah melayani 165 kloter dengan 63.822 jemaah yang tersebar di 180 hotel.
Layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, dan kesehatan
Pemerintah menyatakan penguatan layanan dilakukan menyeluruh agar jemaah dapat fokus beribadah. Hingga kini sudah didistribusikan 2.782.118 box makanan kepada jemaah Indonesia, terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah. Layanan Bus Shalawat di Makkah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 trip untuk melayani mobilitas jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan kembali.
Jurubicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, menegaskan prioritas layanan meliputi akomodasi yang nyaman, konsumsi terjaga, transportasi tertib, dan layanan kesehatan responsif sehingga jemaah dapat beribadah dengan tenang. Ia juga mengimbau jemaah untuk tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas.
Dari catatan pelayanan kesehatan, 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 77 jemaah masih menjalani perawatan. Kemenhaj mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan mengingat suhu di Madinah dan Makkah berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celsius, serta mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor bila mengalami gangguan kesehatan.
Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei 2026 tercatat 20 jemaah meninggal di Arab Saudi. Kemenhaj menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan seluruh hak layanan bagi jemaah wafat terpenuhi sesuai prosedur. Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang bekerja siang dan malam serta kepada jemaah yang tetap tertib dan mematuhi arahan petugas. Ichsan menegaskan komitmen pelayanan: “Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan.”





