Politik

Bea Cukai Bongkar Keterlibatan PT Infinity dalam Kasus Blueray!

Jakarta, Maret.id — Penyidikan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap dalam pengurusan kepabeanan kembali memunculkan perhatian publik. Selain perusahaan Blueray Cargo, kini muncul nama PT Infinity International yang dikabarkan juga terlibat dalam aktivitas setoran rutin kepada pejabat Bea Cukai.

Fakta Baru Terungkap di Persidangan

Analis kontra intelijen R. Gautama Wiranegara menyoroti bahwa fakta-fakta yang selama ini muncul di persidangan menunjukkan indikasi adanya jaringan yang lebih luas daripada yang selama ini dipersepsikan publik. “Persidangan telah menunjukkan bahwa Blueray bukan satu-satunya pemberi. Ada PT Infinity yang memberikan setoran rutin. Selain itu, terdapat juga pengusaha rokok,” ucap Gautama dalam pernyataannya di Jakarta, pada Minggu, 6 Juni 2026.

Keterangan yang menarik perhatian berasal dari mantan karyawan PT Infinity International, Antonius Sidauruk. Di hadapan majelis hakim, Antonius mengungkapkan bahwa setiap bulan ada aliran dana yang disetorkan kepada Kasi Intelijen DJBC saat itu, Orlando Hamonangan. Uang tersebut disalurkan melalui perantara yang diketahui bernama Arif, Rudi, dan Susi. Menariknya, Antonius juga menyatakan bahwa ia direkomendasikan langsung oleh Orlando untuk bergabung dengan PT Infinity sejak tahun 2021.

Hubungan Antara Uang dan Permohonan Kepabeanan

Antonius lebih jauh mengungkapkan bahwa pada Maret 2025 ia diminta menyewa apartemen atas namanya sendiri, yang dikabarkan akan digunakan oleh Orlando setelah bertugas di kantor pusat DJBC Jakarta. Fakta ini memunculkan tanda tanya mengenai hubungan antara pengeluaran uang dan kemudahan dalam urusan kepabeanan.

Dalam persidangan, data penjaluran barang juga menjadi sorotan. Berdasarkan informasi dari saksi Fillar Marindra, rata-rata jalur merah PT Infinity tercatat di bawah 30 persen, berbanding terbalik dengan Blueray yang mencapai jalur merah hingga 80 hingga 90 persen. Antonius mengklaim, selama menangani proses clearance impor di PT Infinity, kegiatan perusahaan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

Pernyataan Pengusaha Terkait Ancaman dan Perlakuan Sepihak

Saksi lain, Sri Pangestuti alias Tuti, yang merupakan pengusaha importir jalur udara, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan ancaman terkait jalur impor yang akan terus dimerahkan jika tidak bergabung dengan kelompok tertentu. Tuti juga menyebutkan keluhan dari Blueray yang meski telah memberikan sejumlah uang, tetap menghadapi tingkat jalur merah yang sangat tinggi.

Gautama mengritik KPK yang masih fokus pada Blueray, padahal banyak pihak lain yang juga disebut dalam persidangan. Ia menekankan bahwa jika ada bukti keterlibatan pihak lain, penegakan hukum harus dilakukan secara adil dan setara. “Jika Infinity, pengusaha rokok, maupun pihak lain terlibat, maka proses hukum harus ditegakkan dengan standar yang sama,” tegasnya.

Gautama menambahkan pentingnya transparansi dari KPK untuk menjawab pertanyaan publik mengenai status beberapa nama dan perusahaan yang muncul dalam proses hukum. “Publik berhak mengetahui apakah mereka masih dalam penyidikan, berstatus sebagai saksi, atau tidak ditemukan bukti yang cukup. Kejelasan ini penting agar tidak muncul persepsi bahwa penegakan hukum tebang pilih,” ujarnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button