Politik

Manuver Tegas PDI Perjuangan Rayakan Harlah Bung Karno

Jakarta, Maret.id — Dalam rangka memperingati hari kelahiran Soekarno, Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tuban menggelar serangkaian acara silaturahmi, ziarah, dan studi wawasan di Kota Blitar, Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ideologi serta memperkuat program ekonomi kerakyatan di kalangan kader partai.

Perhatian Khusus pada Ideologi Pancasila

Agenda dimulai dengan pertemuan formal di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar. Rombongan yang dipimpin oleh Wakabid Perekonomian, Kebudayaan, dan Pendidikan BPEK Tuban, Ita Hariyanti SSn, disambut oleh jajaran fungsionaris DPC PDI Perjuangan Kota Blitar.

Dalam pertemuan tersebut hadir beberapa anggota, antara lain Wakabid Penanggulangan Bencana Alam dan Kesehatan Ibu dan Anak, Rena Kusumaningrum, serta Sekretaris Bidang Program Yudhi Fahmi. Turut mendampingi dalam rombongan adalah Wakabid Keanggotaan, Organisasi, dan Sumber Daya Yemy Tristantono serta Wakabid Keagamaan dan Kepercayaan kepada Tuhan YME Ali Mustofa.

Ziarah ke Makam Bung Karno

Ita Hariyanti menjelaskan bahwa momentum peringatan lahirnya Bung Karno dipilih sebagai kesempatan bagi para kader untuk meresapi suasana perjuangan serta pemikiran-soekarno. Setelah melakukan ziarah dan doa di Makam Bung Karno, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke Perpustakaan Bung Karno.

Di lokasi tersebut, para kader mengikuti kelas ideologi yang dipimpin oleh sejarawan Budi Rahardjo. Sesi ini mengeksplorasi secara mendalam sejarah perjuangan Bung Karno dan relevansi Ideologi Pancasila dalam konteks zaman modern.

“Hari ini adalah momen yang sangat kami harapkan. Selain berziarah, kami ingin meningkatkan wawasan dan memperdalam pemahaman ideologi langsung di tanah tempat Bung Karno dimakamkan,” ungkap Ita.

Meningkatkan Ekonomi Kreatif

BPEK Tuban juga memanfaatkan kunjungan ini untuk membekali kader dengan strategi pemberdayaan masyarakat. Diskusi berlangsung dengan Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia, Andi Yuwono, tentang pengembangan potensi pariwisata berbasis kerakyatan.

Tidak hanya itu, materi mengenai adaptasi ekonomi kreatif dan digitalisasi UMKM juga menjadi fokus, dipresentasikan oleh praktisi digital, Bung Deden. Acara ini ditutup dengan napak tilas di Istana Gebang, tempat di mana Soekarno menghabiskan masa kecilnya bersama orang tua.

Sekretaris BPEK DPC PDI Perjuangan Tuban, Khoirul Hadi, mencatat bahwa perjalanan ini bukan sekadar kunjungan wisata, tetapi juga sebagai refleksi bagi para kader. “Mengunjungi Makam Bung Karno dan Istana Gebang adalah perjalanan spiritual untuk lebih mengenal semangat perjuangan dan cita-cita besar bangsa,” ujarnya.

Dari pernyataan Ita Hariyanti, ia menekankan bahwa nilai-nilai patriotisme yang diperoleh dari Blitar harus diimplementasikan oleh para kader di daerah masing-masing. “Ziarah ini adalah penghormatan atas jasa Bung Karno. Namun, lebih dari itu, semangat nasionalisme beliau harus menjadi contoh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button