Politik

Bupati Ipuk Manuver Tanggapan Pembangunan Sekolah Rakyat

Jakarta, Maret.id — Pemerintah pusat saat ini tengah melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Banyuwangi, yang progresnya tercatat mencapai 75 persen. Sekolah Rakyat tersebut terletak di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Proyek Sekolah Rakyat di Banyuwangi

Sekolah Rakyat yang dibangun ini saat ini menempati dua lokasi sementara, yaitu di Balai Diklat milik Pemkab Banyuwangi yang berlokasi di Kecamatan Licin, serta di kompleks Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang terletak di Kecamatan Muncar. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan harapannya agar pembangunan sekolah ini dapat selesai tepat waktu dan segera digunakan oleh para siswa.

Ipuk Fiestiandani menjelaskan lebih lanjut bahwa Sekolah Rakyat ini dibangun di atas lahan seluas 7 hektar milik Pemkab Banyuwangi, dengan dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Sekolah ini mengusung konsep modern yang berstandar internasional, mencakup jenjang pendidikan dari SD, SMP, hingga SMA. Sekolah ini diharapkan dapat menampung sekitar 1.000 siswa, dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar.

Fasilitas Modern untuk Pembelajaran

Fasilitas yang dibangun di lingkungan Sekolah Rakyat mencakup gedung untuk tingkat SD, SMP, dan SMA masing-masing dua lantai. Selain itu, terdapat asrama untuk putra-putri di setiap jenjang, serta rumah susun untuk para guru. Tidak ketinggalan, fasilitas lainnya seperti gedung serbaguna, masjid, dan dapur juga disiapkan untuk mendukung kehidupan di sekolah.

Ipuk menambahkan bahwa sekolah ini juga akan memiliki lapangan upacara, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta jogging track. Fasilitas penunjang lainnya mencakup rumah genset, tempat pembuangan sampah, green house, rumah pompa, dan area parkir untuk mobil dan motor. Semua fasilitas ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa.

Target Penyelesaian pada Juni 2026

Johansyah selaku Manajemen Konstruksi proyek mengungkapkan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai dengan target yang ditetapkan pada 20 Juni mendatang. Sekolah ini direncanakan memiliki total 38 rombongan belajar (rombels) yang terdiri dari 18 rombel SD, sembilan rombel SMP, dan sembilan rombel SMA.

“Sampai hari ini, progres pembangunan telah mencapai 77 persen. Proyek pembangunan asrama, gedung, dan fasilitas penunjang saat ini berkisar antara 75 hingga 80 persen. Target kami adalah menyelesaikan seluruh pekerjaan bulan ini,” pungkas Johansyah. Dengan harapan bahwa Sekolah Rakyat ini dapat segera dimanfaatkan oleh anak-anak di Banyuwangi sebagai sarana pendidikan yang berkualitas.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button