MUI dan Parlemen Gelar Forum Perdamaian untuk Atasi Konflik Global!

Jakarta, Maret.id — Berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, agenda strategis terkait perdamaian global akan diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini merupakan respons terhadap eskalasi konflik internasional dan krisis komunikasi antarnegara yang terus berlanjut.
Menyoroti Konflik Global
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menekankan bahwa MUI sangat memperhatikan situasi yang mengkhawatirkan, termasuk agresi militer yang melibatkan kekuatan besar dunia seperti Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ia menyebutkan, situasi ini ditandai dengan peperangan antara Amerika Serikat dan sekutunya, Israel, terhadap Iran.
“Hal ini dipicu oleh peperangan dan agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat-Israel terhadap Iran,” ujarnya pada Selasa, 9 Juni 2026. Ia juga mencatat bahwa tragedi yang terjadi di Gaza dan Palestina telah merusak kemanusiaan, kedaulatan wilayah, dan peradaban global. Ini adalah gambaran dari keterpurukan nilai kemanusiaan yang disebabkan oleh ketidakmampuan komunikasi antarnegara serta melemahnya institusi global seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Forum Internasional untuk Memperkuat Perdamaian
Menanggapi keprihatinan global, forum ini bertujuan untuk menggaungkan kembali esensi resolusi Majelis Umum PBB pada Juni 2024 (A/Res/78/286) yang menetapkan 10 Juni sebagai Hari Internasional untuk Mempromosikan Perdamaian melalui Inklusivitas. Dengan mengusung tema “Memperkuat Iman dan Membangun Perdamaian: Menyelaraskan Peradaban Global dari Indonesia untuk Dunia”, forum ini memiliki lima misi utama.
Pertama, memperingati Hari Dialog Antar Peradaban Internasional sebagai komitmen terhadap perdamaian dunia. Kedua, memperkuat kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga, menjalin hubungan yang lebih erat antara tokoh lintas agama dan kelompok masyarakat di Indonesia dengan perwakilan diplomatik negara sahabat.
Keempat, merumuskan pesan perdamaian bersama dalam menghadapi berbagai tantangan konflik global. Kelima, menunjukkan peran aktif Indonesia dalam mempromosikan moderasi beragama (wasathiyyah Islam) di kancah internasional.
Dukungan dari Tokoh-Tokoh Penting
“Indonesia mendapatkan momentum yang tepat untuk meningkatkan peran memperkokoh engagement antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan cita-cita perdamaian dunia, serta membebaskan dunia dari kezaliman kekuatan hegemonik dan imperialistik,” tambahnya.
Acara ini dijadwalkan akan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, serta Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Selain itu, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, cendekiawan Muslim Prof M. Din Syamsuddin, dan Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR/DPD RI Ahmad Doli Kurniawan juga akan berpartisipasi.
Tak kalah pentingnya, Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, dan HM Hidayat Nurwahid juga dijadwalkan hadir. Acara ini juga akan dihadiri oleh sekitar 35 Duta Besar dari negara-negara sahabat yang akan memperkuat hubungan diplomatik dalam konteks perdamaian global.





