Harga Pangan Mencekik Rakyat, Menteri Zulhas dan Budi Santoso Gagal Total!

Jakarta, Maret.id — Ketua Umum Gerakan Muda (Gema) Nasional, Eko Saputra, mengkritik kinerja dua menteri yang berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN) terkait isu ekonomi dan kestabilan harga pangan. Menurutnya, kedua menteri tersebut gagal menciptakan solusi yang tepat untuk menangani masalah-masalah pokok yang dihadapi masyarakat.
Eko menyatakan, “Setiap hari rakyat berhadapan dengan harga kebutuhan pokok yang tidak ramah terhadap kondisi ekonomi mereka. Sementara para pejabat sibuk memberikan pernyataan yang tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.” Ia menambahkan bahwa kegagalan ini tidak bisa lagi ditutupi dengan narasi pencitraan yang tidak mencerminkan realitas di lapangan.
Kegagalan Mempertahankan Stabilitas Pangan
Ia menggarisbawahi pentingnya peran Kementerian Koordinator Pangan dan Kementerian Perdagangan dalam menjaga stabilitas harga pangan. Sayangnya, kondisi yang ada menunjukkan bahwa rakyat semakin terbebani dengan kenaikan harga barang-barang pokok yang kian meresahkan. “Keberadaan kementerian seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari fluktuasi harga yang merugikan,” katanya.
Menurut Eko, meskipun pemerintah telah meluncurkan berbagai program untuk mengendalikan harga pangan, dampaknya belum terlihat signifikan. Ia mengatakan, “Ketika rakyat masih mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok, klaim keberhasilan sektor pangan patut dipertanyakan.”
Kenaikan Harga Komoditas Utama
Kenaikan harga bahan pokok menjadi sorotan utama saat ini. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), pada perdagangan awal pekan tercatat adanya lonjakan harga pada sejumlah komoditas penting. Harga bawang merah, misalnya, melonjak 19,25 persen menjadi Rp60.700 per kilogram (kg). Selain bawang merah, harga bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 7,76 persen menjadi Rp41.650 per kg.
Sementara untuk beras, harga beras kualitas bawah II meningkat 6,57 persen menjadi Rp15.400 per kg. Beras kualitas super tercatat naik tipis 0,29 persen menjadi Rp17.500 per kg. Kenaikan harga juga terjadi pada minyak goreng, di mana minyak goreng kemasan bermerek I naik 1,46 persen ke harga Rp24.350 per kg, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II naik 1,51 persen menjadi Rp23.500 per kg.
Respons Pemerintah dan Harapan Masyarakat
Eko Saputra berharap agar pemerintah lebih responsif terhadap masalah ini dan memprioritaskan upaya untuk menstabilkan harga pangan. “Kami menuntut agar pemerintah meneliti kembali kebijakan yang ada dan merumuskan langkah-langkah nyata untuk menanggulangi permasalahan ini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kesejahteraan rakyat harus menjadi fokus utama pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang efektif dan tepat sasaran.





