Novita Hardini Sinyalkan Koalisi untuk Manfaat Piala Dunia 2026

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mengingatkan TVRI untuk memperkuat promosi dan menciptakan atmosfer publik menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dan sosial dari ajang olahraga terbesar di dunia tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
Novita menekankan pentingnya strategi komunikasi yang lebih agresif. Mengingat menjelang Piala Dunia 2026, pemberitaan dan publikasi terkait penyelenggaraan siaran masih minim, antusiasme publik pun belum terbentuk dengan optimal.
Siaran Piala Dunia sebagai Momentum Nasional
Keberhasilan TVRI dalam memperoleh hak siar seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 adalah capaian yang patut diapresiasi. Namun, Novita memperingatkan bahwa ini bukan hanya tentang penyiaran, melainkan juga tentang membangun momentum nasional yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat.
“Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga. Ini adalah momen yang bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, industri kreatif, UMKM, serta ruang-ruang kebersamaan. Saya melihat atmosfer publik yang seharusnya sudah terasa menjelang kick-off masih kurang,” kata Novita saat konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan.
TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026, jauh lebih banyak dibandingkan edisi sebelumnya yang hanya menyiarkan 64 laga. Selain itu, TVRI bertugas memastikan akses siaran sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kampanye Publik yang Agresif
Menurut Novita, mandat yang besar ini harus diimbangi dengan kampanye publik yang lebih agresif dan terukur. Hal ini penting agar masyarakat paham cara mengakses siaran serta berbagai program pendukung yang disiapkan TVRI.
“Jika masyarakat masih bertanya di mana Piala Dunia tayang, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, maka ada ruang komunikasi yang perlu diperkuat,” jelas Novita.
Legislator dari PDI Perjuangan ini juga menilai atmosfer Piala Dunia seharusnya sudah mulai terasa jauh sebelum pertandingan dimulai. Ia mengingatkan bahwa promosi masif dan aktivitas komunitas sebelumnya mampu membangun euforia publik yang tinggi.
Optimalkan Manfaat Ekonomi
Novita juga menyatakan bahwa Piala Dunia dapat dijadikan sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi daerah jika dikelola secara kreatif. Berbagai aktivitas seperti nonton bareng, festival UMKM, penguatan sektor kuliner, dan promosi destinasi wisata lokal dapat membantu memaksimalkan manfaat ekonomi dari ajang tersebut.
Dia menekankan, “Jangan sampai hak siar sudah dimiliki negara, tetapi dampak ekonominya tidak maksimal dirasakan masyarakat. Momentum ini harus menjadi pesta rakyat, bukan sekadar agenda siaran televisi.”
Selain itu, Novita mengingatkan pentingnya memastikan kesiapan teknis siaran di seluruh daerah. Masih terdapat tantangan dalam akses masyarakat terhadap siaran digital di beberapa wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR RI, Novita menegaskan bahwa mereka akan terus menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelaksanaan siaran Piala Dunia 2026 berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi kerja keras TVRI. Namun, karena ini adalah Piala Dunia pertama yang kembali disiarkan oleh TVRI setelah puluhan tahun, persiapannya harus luar biasa. Kualitas siaran harus baik, akses publik harus mudah, dan atmosfer kebanggaan nasional harus benar-benar terasa,” pungkasnya.
Keberhasilan TVRI nantinya tidak hanya akan diukur dari kemampuan menyiarkan seluruh pertandingan, tetapi juga dari sejauh mana momentum Piala Dunia mampu menyatukan masyarakat dan meningkatkan ekonomi rakyat di berbagai daerah.





