Mendikdasmen Tegaskan 43 Juta Guru Desak Program MBG Dilanjutkan!

Jakarta, Maret.id — Mu’ti, Kepala Sekolah Menengah Pertama, mengungkapkan pentingnya pertemuan yang diadakan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Kamis, 11 Juni 2026. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas perkembangan program Merdeka Belajar Guru (MBG) dan arahan Presiden mengenai peningkatan mutu pendidikan di seluruh negeri.
Progres Program MBG
Dalam pertemuan tersebut, Mu’ti memberikan laporan terkini tentang pelaksanaan program MBG. Ia menyatakan bahwa sampai dengan 10 Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 80,7 persen siswa di seluruh Indonesia. “Karena itu, kami mencatat bahwa per 10 Juni, sudah 80,7 persen murid yang mendapatkan manfaat dari MBG,” jelas Mu’ti.
Mu’ti juga menambahkan, dari total peserta yang merupakan kalangan pendidik, sebanyak 43 guru telah merasakan dampak positif dari program ini. Mereka juga meminta agar MBG terus dilanjutkan. “Dari 53 juta sekian guru, 43 juta sekiannya telah mendapatkan MBG dan mereka menyatakan harapan agar program ini tetap ada,” ujar Mu’ti.
Dampak Positif pada Kehadiran dan Prestasi
Lebih lanjut, Mu’ti menekankan bahwa implementasi program MBG memiliki dampak signifikan, baik dari segi kehadiran siswa di sekolah maupun motivasi belajar. “Program ini menunjukkan pengaruh positif terhadap tingkat kehadiran di sekolah serta motivasi belajar dan prestasi akademik siswa,” tambahnya.
Keterlibatan kepala sekolah dalam mendukung program ini menjadi hal yang krusial. Mu’ti menyatakan, dukungan nyata dari pemerintah dan penerapan kebijakan yang tepat menjadi syarat sukses dari MBG. “Kami berharap pemerintah terus memberikan perhatian, tidak hanya pada penyebaran program tetapi juga pada kualitas guru yang terlibat,” tuturnya.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan
Sebagai bagian dari upaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan nasional, Mu’ti menggarisbawahi pentingnya melanjutkan dukungan terhadap program MBG. “Dampak yang kami rasakan sangat positif, baik dalam hubungan kehadiran sekolah maupun dalam prestasi akademik, sehingga kami percaya bahwa program ini harus diteruskan,” pungkasnya.
Pernyataan Mu’ti merefleksikan harapan banyak pendidik di tanah air untuk masa depan pendidikan yang lebih baik. Keberagaman dan inovasi dalam metode pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju generasi yang lebih maju dan berdaya saing.





