Desak Pemerintah Hentikan MBG dan Penuhi Tuntutan Aksi Gejayan!

Jakarta, Maret.id — Meskipun hujan mengguyur wilayah Yogyakarta, semangat para mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi mereka tetap tak surut. Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Islam Indonesia berkumpul di Pertigaan Gejayan, lokasi yang telah menjadi simbol pergerakan masyarakat sipil sejak era reformasi 1998.
Penolakan Program Pemerintah
Dalam aksi ini, para demonstran menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) segera dihentikan. Selain itu, mereka mendesak pencabutan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) dan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri) yang dianggap membatasi ruang gerak masyarakat.
Massa aksi juga menekankan perlunya perlindungan terhadap kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat. Mereka meminta pemerintah untuk menjamin pendidikan gratis dan layanan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh rakyat. Selain itu, tuntutan pemulihan kesejahteraan ekonomi serta pemenuhan hak-hak buruh menjadi salah satu fokus utama dalam demonstrasi kali ini.
Menanggapi Isu Ekonomi
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kenaikan harga bahan pokok yang dinilai membebani masyarakat. Para peserta aksi menuntut agar pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai berkontribusi pada inflasi dan meningkatkan biaya hidup masyarakat.
Mereka berharap, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada program-program publik yang dianggap kurang efektif, tetapi juga pada langkah-langkah yang lebih nyata untuk perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Rangkaian orasi dan aksi ini mencerminkan keresahan mahasiswa atas kondisi sosial-ekonomi yang kian memburuk, serta harapan mereka terhadap perubahan yang lebih baik.
Solidaritas Mahasiswa Yogyakarta
Aksi ini mengundang perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat yang melintas di area tersebut. Soliditas para mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan menunjukkan betapa pentingnya kesatuan dalam menyampaikan aspirasi demi keadilan dan kesejahteraan. Pihak kepolisian setempat pun mengawasi jalannya aksinya untuk memastikan keamanan bagi semua pihak yang terlibat.
“Dalam situasi sulit seperti ini, kami tidak akan mundur. Kami akan terus menyuarakan hak kami,” ungkap seorang koordinator aksi, menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan perubahan. Aksi ini mencerminkan kekuatan suara mahasiswa yang tak hanya menjadi akademisi, tetapi juga aktivis sosial yang peduli akan nasib bangsa.





