Politik

Manuver DPD PDI Perjuangan Tangkap Aspirasi Ngariboyo

Jakarta, Maret.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan, Sofyan, dari Fraksi PDI Perjuangan, telah menggelar pertemuan jaring aspirasi atau reses IV masa sidang II tahun 2026 pada Sabtu (13/6/2026) di Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus PAC PDI Perjuangan Ngariboyo serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda setempat.

Penerimaan Aspirasi Warga

Dalam pertemuan itu, Sofyan menerima beragam keluhan dan usulan dari warga. Sejumlah aspirasi yang diterima didominasi oleh kebutuhan akan infrastruktur dasar dan fasilitas penunjang untuk kegiatan sosial keagamaan. “Banyak hal yang disampaikan oleh warga, mulai dari perbaikan lingkungan seperti lampu penerangan jalan, pelebaran jalan kabupaten, penyemiran jalan desa, talud, makadam, hingga rabat jalan,” ungkap Sofyan di lokasi, Sabtu (13/6/2026).

Tak hanya infrastruktur jalan, warga juga meminta pengadaan fasilitas penunjang publik seperti terop (tenda), kursi, perbaikan sistem suara, hingga renovasi tempat ibadah, khususnya musala. Bermacam usulan ini menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap kondisi fasilitas umum di sekitar mereka.

Komitmen untuk Mewujudkan Aspirasi Masyarakat

Menanggapi aspirasi tersebut, Sofyan menegaskan komitmennya untuk mengawal semua masukan warga agar dapat diakomodasi dalam kebijakan anggaran daerah. “Amanah legislatif harus berorientasi pada kesejahteraan konstituen,” katanya. Ia berjanji akan berusaha maksimal untuk memperjuangkan aspirasi yang disampaikan warga hingga berhasil terealisasi.

“Sebagai wakil rakyat yang dipercaya menduduki kursi di legislatif, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan aspirasi mereka,” tegasnya. Hal ini mencerminkan dedikasi Sofyan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat demi kebaikan masyarakat.

Penguatan Struktur Organisasi Partai

Usai pelaksanaan pertemuan reses, Sofyan langsung mengkonsolidasi internal partai. Ia menginstruksikan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat desa (ranting) agar pola penyerapan masalah di akar rumput bisa berjalan lebih responsif. Ini menjadi langkah penting agar suara masyarakat dapat terdengar hingga ke tingkat yang lebih tinggi.

“Saya mewajibkan pengurus PAC untuk menggelar rapat koordinasi minimal satu bulan sekali. Sementara itu, pengurus ranting diminta untuk intens berkumpul setiap dua minggu sekali,” ujar Sofyan. Hal ini bertujuan agar ranting sebagai garda terdepan dapat langsung menyerap dan menerima keluhan masyarakat, yang kemudian akan disampaikan kepada PAC dan DPC untuk diperjuangkan bersama.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan partai dapat berfungsi lebih efektif dalam menanggapi kebutuhan masyarakat dan memastikan aspirasi mereka tidak hanya menjadi sekadar suara, tetapi juga tindakan nyata dalam pembangunan daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button