Politik

Masyarakat Harus Bergandeng Tangan Menghadapi Krisis Ekonomi Global!

Jakarta, Maret.id — Aktivis muda Muhammad Fithrat Irfan menegaskan bahwa situasi ekonomi yang dipengaruhi oleh dinamika global seharusnya tidak dijadikan alat untuk memecah belah masyarakat atau menggoyahkan stabilitas nasional. Ia berpendapat bahwa dalam menghadapi tantangan ini, semua elemen masyarakat perlu bersatu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pentingnya Persatuan

Fithrat mengingatkan bahwa perjalanan bangsa Indonesia merupakan hasil dari perjuangan panjang para pendiri yang berkorban jiwa dan raga demi mencapai kemerdekaan. Ia pun mengingatkan agar masyarakat tidak terpecah oleh kepentingan politik kelompok tertentu yang dapat merusak ikatan sosial yang telah dibangun dengan susah payah.

“Kita tidak boleh dipecah belah hanya karena kepentingan politik kelompok tertentu. Bangsa ini dibangun dengan pengorbanan besar dan harus terus dijaga bersama,” ungkap Fithrat kepada wartawan pada Minggu, 14 Juni 2026. Ia menekankan bahwa patriotisme dan kesadaran kolektif diperlukan untuk menjaga stabilitas dan kemajuan Indonesia di tengah tantangan global.

Kritik yang Konstruktif

Fithrat juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bersikap kritis terhadap berbagai isu politik dan ekonomi yang berkembang. Namun, ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah seharusnya disampaikan secara konstruktif, bukan berdasarkan agenda politik tertentu. Hal ini penting untuk memastikan dialog yang sehat dan produktif antar berbagai elemen sosial.

“Pengawasan terhadap pemerintahan adalah hal yang sangat penting, tetapi harus dilakukan dengan cara yang tidak merugikan kepentingan besar bangsa,” ujarnya. Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi-narasi negatif yang berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Menjalankan Proses Pembangunan

Lebih lanjut, Fithrat meminta kepada masyarakat untuk memberikan ruang dan dukungan kepada pemerintah dalam menjalankan program pembangunan dan reformasi yang sedang dijalankan. Menurutnya, proses pembangunan nasional tidak bisa dicapai dengan instan dan sangat memerlukan kesabaran serta kerjasama dari seluruh elemen masyarakat.

“Tidak ada negara besar yang tumbuh tanpa menghadapi berbagai tantangan. Semua membutuhkan proses panjang, termasuk Indonesia,” pungkasnya. Pernyataannya menggambarkan harapan untuk menjalin kerjasama yang lebih kuat antar elemen masyarakat dan pemerintah demi kemajuan bangsa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button