Politik

Revisi Harga BBM Segera Setelah Penurunan Harga Minyak Dunia!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Meitri Citra Wardani, mengingatkan bahwa penurunan harga minyak mentah global tidak serta merta diikuti dengan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di dalam negeri. Menurut Meitri, masyarakat perlu memahami mekanisme pembentukan harga BBM agar tidak bingung ketika harga minyak dunia turun, sedangkan harga di pompa bensin tetap tidak berubah.

Meitri menjelaskan bahwa harga BBM yang dibayar oleh masyarakat dipengaruhi oleh berbagai faktor, tidak hanya harga minyak mentah dunia. “Ada faktor lain seperti harga rata-rata impor pada periode sebelumnya, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, hingga komponen operasional yang ikut menentukan harga akhir,” ungkapnya dalam sebuah konferensi pers pada Senin, 15 Juni 2026.

Mekanisme Penentuan Harga BBM

Ia menambahkan bahwa selama ini penentuan harga BBM non-subsidi berdasarkan formula yangmenggunakan rata-rata harga dalam periode tertentu. Hal tersebut menyebabkan adanya jeda waktu antara perubahan harga minyak dunia dan dampaknya terhadap harga BBM domestik. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan tren penurunan harga energi global.

“Pemerintah dan badan usaha energi harus menunjukkan respons yang cepat dan transparan ketika tekanan harga mulai mereda,” tegas Meitri. Ia menyatakan bahwa saat harga minyak dunia naik, masyarakat merasakan dampaknya cukup cepat. Oleh karena itu, saat harga mulai turun, pemerintah juga perlu menunjukkan komitmen yang sama untuk mengevaluasi harga secara objektif dan terbuka.

Pentingnya Transparansi dalam Informasi

Meitri juga mendorong pemerintah untuk secara berkala menyampaikan kepada publik faktor-faktor yang memengaruhi harga BBM. Ini termasuk perkembangan harga minyak internasional dan nilai tukar rupiah. Keterbukaan informasi, menurutnya, akan membantu membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang spekulasi.

“Kami berharap apabila tren penurunan harga minyak dunia berlangsung konsisten dan faktor-faktor pembentuk harga lainnya ikut membaik, maka manfaatnya dapat dirasakan masyarakat melalui kebijakan energi yang lebih adaptif,” tutup Meitri. Ia menekankan bahwa penting untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada data yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button