PDIP Tantang PSI dengan Strategi Rayu Kader yang Berani!

Jakarta, Maret.id — Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Deddy Sitorus, mengungkapkan bahwa sejumlah kader partainya menjadi sasaran pendekatan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pendekatan ini mencakup anggota dewan, kepala daerah, dan pengurus partai di berbagai daerah.
” kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus-menerus berusaha membujuk kader-kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah,” kata Deddy saat konferensi pers di Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa ada informasi mengenai tawaran bantuan material yang diberikan kepada kader yang diajak bergabung dengan PSI, meskipun Deddy mengaku belum bisa memastikan kebenaran informasi tersebut.
Tawaran Bantuan Material Menjadi Isu Hangat
“Mengetahui informasi yang saya terima, banyak yang ditawari bantuan material yang cukup substansial. Namun, saya belum bisa memastikan kevalidan informasi tersebut,” ungkapnya. Meskipun demikian, Deddy menekankan bahwa PDIP tidak merasa khawatir dengan manuver politik PSI. Ia menyebutkan, PSI gagal meraih kursi di parlemen dalam Pemilu 2024, meskipun berada dalam kondisi yang lebih menguntungkan.
“Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal untuk masuk parlemen,” tegas Deddy, menunjukkan keyakinannya terhadap soliditas partai yang dipimpinnya.
Perekrutan yang Meluas ke Partai Lain
Deddy juga mengingatkan bahwa upaya perekrutan kader oleh PSI tidak hanya mengincar PDIP. Ia menyatakan bahwa gejala serupa juga muncul di partai-partai lain, termasuk Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN). “Mereka tidak hanya berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan!” pungkasnya.
Melalui pernyataannya, Deddy menunjukkan keyakinan bahwa meski PSI mencoba merekrut kader dari berbagai partai, tantangan yang dihadapi tidak akan mudah. Setiap partai memiliki loyalitas dan dukungan basis yang tetap solid. Dengan situasi politik yang terus berkembang, apakah PSI dapat merebut hati kader dari partai lain masih menjadi pertanyaan besar dalam arena politik Indonesia.





