Politik

Kebijakan Bahlil soal Batu Bara Guncang Pasokan Energi Nasional!

Jakarta, Maret.id — Koordinator Sentinel Energy Indonesia (SEI), Jefferson, mengungkapkan bahwa kondisi terkini mengakibatkan gangguan pasokan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang kini tidak lagi sekadar potensi, melainkan telah berdampak nyata pada keandalan sistem kelistrikan nasional.

Jefferson menekankan bahwa wilayah Jawa, Madura, dan Bali, yang merupakan pusat konsumsi listrik di Indonesia, kini mengalami tekanan yang signifikan. “Terutama di kawasan tersebut, gangguan pasokan batu bara berpotensi mengganggu ketersediaan listrik,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima pada Selasa, 16 Juni 2026.

Akibat Penurunan Stok Batubara

Dia menjelaskan bahwa penurunan stok batu bara di PLTU tidak hanya berdampak pada HOP (Harga On Peak), tetapi juga mengharuskan sistem beroperasi dalam kondisi yang tidak optimal. “Ini termasuk peningkatan risiko penggunaan bahan bakar alternatif, seperti bahan bakar minyak (BBM), yang pastinya akan mengakibatkan lonjakan biaya pembangkitan listrik nasional,” tambah Jefferson.

SEI menegaskan bahwa masalah yang terjadi saat ini tidak dapat dipisahkan dari terhambatnya pasokan batu bara di hulu. Untuk itu, Jefferson menolak narasi pemerintah yang menyebutkan bahwa masalah ini hanya berkaitan dengan gangguan teknis operasional semata.

Perubahan Kebijakan Menjadi Penyebab Utama

Menurut Jefferson, akar dari persoalan ini terletak pada ketidakpastian dan perubahan kebijakan Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) di sektor batu bara di bawah kepemimpinan Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia. Kebijakan yang fluktuatif ini, menurut SEI, telah berdampak langsung terhadap stabilitas pasokan listrik nasional.

“Tanpa adanya kepastian kebijakan yang konsisten di sektor hulu, kami khawatir stabilitas listrik nasional akan terus mengalami tekanan,” tegas Jefferson. Ia memperingatkan bahwa risiko gangguan berulang di masa mendatang sangat mungkin terjadi jika masalah ini tidak segera ditangani dengan serius.

Panggilan untuk Tindakan Konkret

Jefferson mengingatkan bahwa perlunya langkah-langkah konkret untuk mengatasi isu ini sangat mendesak. “Kami berharap pemerintah dapat segera merumuskan kebijakan yang jelas dan konsisten di sektor batu bara untuk memastikan pasokan listrik yang stabil dan dapat diandalkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya perhatian serius terhadap kondisi yang ada, SEI optimis bahwa dampak negatif bagi sistem kelistrikan Indonesia dapat diminimalisasi. Jefferson mengakhiri pernyataannya dengan penekanan bahwa gangguan pasokan batu bara harus diatasi secara menyeluruh agar tidak merugikan masyarakat luas dan dunia industri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button