Politik

Gus Salam Siap Pimpin PBNU Menuju Transformasi dan Kemandirian!

Jakarta, Maret.id — Para calon kandidat untuk posisi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus menjalin hubungan dengan masyarakat Nahdliyin untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan dalam pemilihan mendatang. Upaya ini sejalan dengan syarat administratif yang ditetapkan dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Peraturan Organisasi (Perkum) NU.

Persyaratan Calon Ketum PBNU

Dalam ART-NU, Bab XIII, Pasal 39 menetapkan bahwa syarat untuk menjadi pengurus PBNU mencakup pengalaman dalam struktur organisasi NU dan keikutsertaan dalam pendidikan kaderisasi. Perkum No. 3 tahun 2025 juga menegaskan kebutuhan akan pengalaman yang relevan untuk menjadi fungsionaris dalam kepengurusan NU.

Beberapa kandidat potensial telah menunjukkan komitmen untuk memenuhi syarat tersebut dengan mengikuti Pendidikan Menengah Kepemimpinan NU (PMKNU). Di antara mereka adalah KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), KH Imam Jazuli, dan KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), yang turut berpartisipasi dalam PMKNU di Cirebon Raya pada 13-17 Mei 2026.

Partisipasi Gus Salam dalam PMKNU

Sementara itu, KH Abdussalam Shohib, yang akrab disapa Gus Salam, turut serta dalam PMKNU yang diadakan di Soloraya dari 10-14 Juni 2026, di UIN Raden Mas Said, Surakarta. Di antara peserta lainnya, hadir juga Rektor UIN RM Said, Prof. Dr. H. Toto Suharto dan Dr. H. Abdullah Faishol, serta KH Khomsun Nur Arif, Ketua PCNU Surakarta.

H. Syaifuloh Yusuf, peserta PMKNU Soloraya, mengungkapkan bahwa partisipasi Gus Salam membawa semangat baru selama lima hari pendidikan tersebut. Syaifuloh mencatat bahwa Gus Salam terpilih secara aklamasi sebagai ketua kelas oleh 83 peserta, membuktikan kepemimpinan dan disiplin yang ditunjukkannya.

Kualitas Kepemimpinan Gus Salam

Secara aktif, Gus Salam mengikuti semua sesi, termasuk aktivitas fisik setelah salat Subuh. Menurut Syaifuloh, Gus Salam menampilkan sikap rendah hati, tidak menunjukkan kesombongan sebagai cucu pendiri NU, dan berbaur dengan peserta lainnya.

“Dia memberi teladan dengan disiplin datang tepat waktu. Gus Salam bersikap terbuka dan tidak canggung memimpin yel-yel serta menyanyikan mars kader PMKNU,” ujar Syaifuloh. Dia menilai bahwa sosok Gus Salam layak untuk dijadikan Ketua Umum PBNU ke depan, mengingat kedisiplinannya yang dapat menjadi inspirasi bagi para pengurus NU.

Pada sambutan kelulusannya, Gus Salam bernazar jika terpilih menjadi Ketua Umum PBNU, ia akan mengajak semua peserta, instruktur, dan tim asistensi PMKNU untuk studi tour ke PP Al-Ittifaq Ciwedey di Bandung. PP Al-Ittifaq merupakan pesantren agribisnis yang tidak hanya mengajarkan paham-paham keagamaan, tetapi juga menekankan pentingnya kemandirian di bidang pertanian dan perdagangan.

“Gus Salam ingin meneladankan pentingnya saling belajar untuk maju dan saling menguatkan dalam mempertahankan kemandirian ekonomi, baik di lingkungan pesantren, jam’iyyah NU, maupun di kalangan santri dan alumni,” pungkas Syaifuloh.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button