Rijanto: Manuver UMKM sebagai Sinyal Perkuat Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Bupati Blitar, Rijanto, menekankan pentingnya pelestarian tradisi yang selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam pandangannya, kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai penjaga warisan leluhur, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi warga.
Apresiasi untuk Masyarakat Desa Sragi
Rijanto menyampaikan pernyataan tersebut setelah menghadiri Kirab Tumpeng Desa Sragi yang diadakan dalam rangka peringatan 1 Suro 2026. Acara yang dihelat di Ndalem Agung Eyang Kromo Prawiro, Dusun Tugurejo, Desa Sragi, Kecamatan Talun, menunjukkan konsistensi masyarakat dalam melestarikan tradisi secara turun-temurun.
Ia menghargai semangat masyarakat Desa Sragi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya. Menurutnya, keberlangsungan Kirab Tumpeng menjadi tanda bahwa masyarakat memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga identitas daerah dan merawat kebersamaan.
Kegiatan Budaya sebagai Ruang Silaturahmi
“Melalui bazar UMKM, kenduri bersama, dan pagelaran wayang kulit, kita memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan, selain melestarikan budaya luhur yang menjadi identitas bangsa,” ujar Rijanto pada Jumat (19/6/2026). Ia menambahkan, kegiatan tersebut berfungsi sebagai ruang silaturahmi yang efektif untuk mempererat hubungan di antara warga.
Politisi dari PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa pelestarian budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam konteks peringatan 1 Suro, keberadaan bazar UMKM dianggap penting sebagai media promosi produk lokal sekaligus mendorong perputaran ekonomi di kalangan warga.
Potensi Tradisi untuk Pembangunan Daerah
Rijanto juga menyatakan bahwa tradisi yang tetap hidup di kalangan masyarakat bisa menjadi kekuatan sosial serta modal dalam pembangunan daerah jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Blitar berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.
Ia menyebutkan bahwa selain melestarikan warisan leluhur, kegiatan budaya juga merupakan sarana untuk memperkuat persatuan dan karakter masyarakat berbasis semangat gotong royong. Kirab Tumpeng Desa Sragi tahun ini berlangsung meriah dengan partisipasi berbagai elemen masyarakat.
Rangkaian kegiatan meliputi kirab budaya, bazar UMKM, kenduri bersama, dan pagelaran wayang kulit, yang semuanya ditanggapi antusias oleh warga. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi warisan leluhur mampu bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu.
Pelaksanaan Kirab Tumpeng ini tidak hanya memperkuat identitas kebudayaan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal serta membangun harmonisasi di antara masyarakat Blitar.





