Politik

Parpol Lain Tak Berani Kritik PDIP Saat Masih Berkuasa, Apa Penyebabnya dalam Dinamika Politik Indonesia?

Jakarta, Maret.id — Setelah kritik dari Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid tentang sikap politik PDIP yang dianggap abu-abu, pendapat serupa juga disampaikan oleh politisi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, serta Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.

Menanggapi situasi ini, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut adalah konsekuensi politik yang lazim terjadi bagi partai di luar pemerintahan. “PDIP adalah partai yang kalah dalam Pilpres dan tidak bergabung dengan pemerintahan. Dalam konteks politik Indonesia, wajar jika kemudian menjadi sasaran kritik dari partai-partai pendukung pemerintah,” kata Adi.

Menurutnya, partai yang memilih untuk tidak berada dalam kekuasaan sering kali menjadi objek kritik dari kelompok yang mendukung pemerintah. Namun, Adi berpendapat bahwa situasi ini akan berbeda jika PDIP menjabat sebagai partai penguasa. “Coba kalau PDIP menjadi partai penguasa. Saya kira tidak banyak yang berani mengkritik PDIP sebagai partai yang abu-abu, tidak konsisten, atau tidak gentleman,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa ketika PDIP menjadi kekuatan utama pemerintahan dan belum terjadi perpecahan dengan Jokowi, sangat jarang partai politik lain berani mengkritik secara terbuka seperti saat ini. Selain posisi politik PDIP yang berada di luar pemerintahan, Adi juga mengamati bahwa kritik dari PKB, Nasdem, dan Golkar berkaitan dengan dugaan keterlibatan kader tertentu dari PDIP dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah.

“Saya yakin pertanyaan publik dan pemberitaan media terkait kemungkinan keterlibatan kader PDIP dalam demonstrasi menjadi latar belakang kritik tersebut,” tegasnya. Adi menambahkan bahwa hal ini membuat partai-partai pendukung pemerintah seperti PKB, Nasdem, dan Golkar mempertanyakan secara moral dan politik tentang sikap PDIP, serta ingin mengetahui dengan jelas posisi politik PDIP terhadap pemerintahan saat ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button