PDIP Lebih Untung jadi Oposisi Demi Mengeruk Suara Elektoral pada Pemilu 2029

Jakarta, Maret.id — Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rif’an, menilai bahwa isu ketidakjelasan posisi PDIP sebagai oposisi semakin dibahas oleh partai lain, termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ia menyampaikan bahwa PKB menggunakan peristiwa aksi mahasiswa untuk mengkritik ketidaktegasan PDIP, yang terlihat saat kader PDIP, Andi Widjajanto, berpartisipasi dalam aksi tersebut.
“Menurut saya, PDIP perlu mempertegas sikap politiknya,” ujar Ali saat dihubungi.
Ali, yang juga seorang magister ilmu politik dari Universitas Indonesia, berpendapat bahwa jika PDIP hanya berperan sebagai “Mitra Penyeimbang” dalam pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, maka bisa jadi mereka akan kehilangan dukungan elektoral menjelang Pemilu 2029.
Ia menyarankan agar partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri ini lebih tegas dalam sikap politik mereka terhadap pemerintah. Meskipun ada hubungan baik antara Presiden Prabowo, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, dan Megawati, hal ini bukan alasan untuk mengaburkan posisi PDIP.
“Ini (jika tegas menjadi oposisi) lebih menguntungkan secara elektoral, seperti pengalaman masa lalu, saat jadi oposisi pemerintahan SBY,” imbuh Ali.





