Politik

KPK Diminta Ungkap Jaringan Borok Forwarder di Bea Cukai

Jakarta, Maret.id —

Menurut Sugeng, pengembangan kasus dugaan korupsi di sektor impor perlu mencakup potensi keterlibatan perusahaan forwarder lainnya. Ia memandang bahwa hal ini penting untuk mengungkap jaringan pengondisian yang lebih luas.

“KPK sudah memeriksa sejumlah perusahaan kargo dan forwarder. Pendalaman harus terus dilakukan. Kalau memang terbukti memberikan sesuatu kepada pejabat Bea Cukai atau pejabat lain, KPK harus berani mengungkapnya, bukan hanya PT Blueray saja,” kata Sugeng.

Sugeng menegaskan bahwa kasus ini tidak dapat dipandang hanya melibatkan satu perusahaan atau institusi setelah terjadi operasi tangkap tangan pada Februari 2026.

“Penyidik perlu menelusuri seluruh rantai yang berpotensi menikmati keuntungan dari praktik pengondisian jalur impor,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menyelidiki berbagai aspek yang dapat terpengaruh oleh proses ini. “Jangan sampai perkara besar ini hanya berhenti pada sebagian pelaku, sementara pihak lain yang mungkin memiliki peran strategis tidak tersentuh,” tegasnya.

Pernyataannya sejalan dengan langkah KPK yang mengonfirmasi adanya pengembangan terhadap sejumlah perusahaan forwarder lain. Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, melaporkan bahwa penyidik saat ini tengah menelusuri pola pengaturan jalur hijau dan jalur merah yang diduga dimanfaatkan untuk meloloskan barang impor.

“Selain PT Blueray, tentu ada forwarder-forwarder lain yang akan dilakukan pemeriksaan,” sambung Budi.

Dalam pengembangan kasus ini, penyidik juga telah memeriksa sejumlah pelaku usaha logistik dan mengikuti aliran dana yang ditemukan di sebuah safe house. KPK telah menyita lima kendaraan yang diduga dibeli dengan hasil tindak pidana korupsi.

Di sisi lain, analis kontra intelijen mengingatkan risiko terjadinya partial network capture. Ini adalah kondisi di mana aparat berhasil mengungkap sebagian simpul jaringan, namun belum mampu menjangkau seluruh pihak yang diduga memiliki pengaruh dalam sistem impor nasional.

Oleh karena itu, Sugeng menilai keberhasilan KPK tidak hanya diukur dari jumlah tersangka, tetapi juga dari kemampuan penyidik untuk memetakan dan mengungkap seluruh rantai pengaruh yang terlibat dalam praktik korupsi impor.

“Yang penting sekarang adalah memastikan fakta hukum terbuka secara utuh. Jangan sampai hanya satu perusahaan yang terlihat terang, sementara simpul lain dalam jaringan justru tetap gelap,” tuturnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button