Pemerintah Diminta Turunkan UKT Setelah Ribuan Tak Daftar Ulang

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menegaskan perlunya pemerintah untuk mengumpulkan data yang akurat dan komprehensif terkait fenomena calon mahasiswa yang memilih tidak mendaftar ulang.
“Beredar kabar puluhan ribu calon mahasiswa lolos SNBP, tapi memilih tidak daftar ulang. Ada apa sebenarnya?” ujar Mardani melalui akun media sosial X, pada Minggu, 28 Juni 2026.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini menilai, pemerintah harus mengidentifikasi faktor dominan yang mendorong calon mahasiswa untuk mengurungkan niat melanjutkan pendidikan tinggi.
“Pemerintah harus segera mengumpulkan data yang akurat dan komprehensif agar kita bisa tahu faktor dominan di balik keputusan tersebut. Apakah karena kendala ekonomi, salah memilih jurusan, atau karena hal lainnya? Karena kuncinya, pendidikan tinggi harus semakin mudah diakses,” tutur Mardani.
Ia menduga bahwa persoalan biaya kuliah merupakan salah satu faktor signifikan yang patut mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk menyiapkan kebijakan yang meringankan beban mahasiswa, terutama bagi keluarga kurang mampu.
“Pemerintah harus segera turun tangan. Saya menyerukan agar UKT (uang kuliah tunggal) diturunkan, atau pembayarannya ditangguhkan, atau diberikan skema cicilan UKT khusus bagi mahasiswa yang tidak mampu,” tegas Mardani.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa sekitar 60 ribu calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos SNBP tidak melanjutkan proses daftar ulang di perguruan tinggi tujuan. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai aksesibilitas pendidikan tinggi dan faktor-faktor yang menyebabkan calon mahasiswa batal melanjutkan studi.





