Dampak Negatif Safari Politik Jokowi Terhadap Perekonomian

Jakarta, Maret.id — Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J Rachbini, menilai safari politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo tidak hanya sebagai manuver politik, tetapi juga berdampak pada perekonomian.
“Safari Politik Jokowi sudah dimulai dari Lampung dan akan terus berkeliling ke seluruh nusantara, memberikan sentuhan baru pada panggung politik di tengah tekanan nilai tukar dan pasar modal,” ujar Prof. Didik.
Dia menambahkan bahwa langkah ini akan membawa konsekuensi bagi Pemilu 2029. “Karena Jokowi masih memiliki pengaruh kuat di pemerintahan, dampaknya akan terlihat pada perkembangan ekonomi di tengah krisis saat ini,” tuturnya.
Prof. Didik mencatat janji Jokowi untuk kembali ke kehidupan biasa setelah masa jabatannya berakhir. “Dia ingin pulang ke Solo dan berkumpul dengan cucu,” imbuhnya.
Namun, dia melihat bahwa safari politik tersebut dapat memecah fokus pemerintah dalam memastikan pertumbuhan ekonomi sesuai target yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yaitu sebesar 7-8 persen.
“Dari perspektif ekonomi politik, melemahnya hubungan antara Presiden dengan mantan Presiden yang masih berpengaruh akan menjadi faktor penentu dalam arah politik dan berpengaruh pada ekonomi,” tuturnya.
“Saya pastikan bahwa pengaruh tersebut negatif dan dapat mengakibatkan ketidakpastian politik yang akan berdampak pada investasi, dunia usaha, dan lingkungan bisnis,” tegas Prof. Didik.





