Jokowi Desak Megawati Lewat Simbol Injak Kerbau

Jakarta, Maret.id — Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, memberikan analisis tajam mengenai simbolisme yang digunakan oleh Presiden Joko Widodo dalam safari politiknya di Lampung.
Menurut Hari, simbol kepala kerbau yang diinjak oleh Jokowi bukanlah sekadar prosesi adat biasa. “Simbolis kepala kerbau yang digunakan dalam ritual dan identik dengan logo PDIP, banyak tafsir yang ingin Jokowi sampaikan,” kata Hari.
Dia menilai, dengan posisi baru Jokowi sebagai Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), aksi tersebut merupakan bentuk komunikasi politik yang kompleks. “Ini adalah bentuk komunikasi politik tingkat tinggi terkait peta persaingan dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri,” tutur Hari.
Hari mengibaratkan ritual tersebut sebagai pertarungan antara kekuatan baru melawan sang petahana. “Dengan posisi Jokowi sebagai pembina PSI, bisa saja itu bagian dari bahasa politik bahwa PSI mampu bersaing dengan PDIP,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan, “Jadi Jokowi ingin mengatakan bahwa PSI mampu mengatasi dan bersaing dengan PDIP.”
Namun, di balik sinyal konfrontasi tersebut, Hari menunjukkan adanya dimensi psikologis. Dia berpendapat masih ada romantisasi antara Jokowi dan PDIP, partai yang telah membesarkan namanya hingga menjadi presiden dua periode.
“Jokowi sejujurnya mungkin masih sayang dengan PDIP, sehingga simbolnya masih digunakan dalam acara ritualnya,” pungkas Hari.





