Politik

Pemerintah Turunkan Harga LNG untuk Cegah PHK Industri

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa keputusan pemangkasan harga gas industri bertujuan untuk menjamin keberlangsungan industri di tengah tantangan harga gas yang terus meningkat.

“Langkah ini juga mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK),” ujar Bahlil di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Senin.

Dia menambahkan bahwa penurunan harga liquefied natural gas (LNG) dilakukan berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Ini diambil ketika harga gas industri telah melonjak mencapai 20 hingga 23 Dolar AS per MMBTU.

“Setelah kita menghitung dan kami sudah bertemu dengan Bapak Presiden, (harga LNG) diturunkan menjadi 13 Dolar AS per MMBTU,” tutur Bahlil.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, peningkatan harga LNG disebabkan oleh penurunan produksi kilang gas di wilayah barat, yang mencakup Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta. Kondisi ini memaksa industri untuk menggunakan gas LNG.

LNG tersebut dipasok dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan beberapa daerah di luar Jawa. Hal ini yang menyebabkan lonjakan harga LNG menjadi 20 hingga 23 Dolar AS per MMBTU di pasaran.

“Itulah yang menjadi penyebab kenapa teman-teman dari sektor industri meminta pemerintah harus turun tangan,” imbuh Bahlil.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button