Politik

150 Ribu Lulusan Magang Nasional 2026 Bersama Seskab Teddy

Jakarta, Maret.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa inisiatif Program Magang Nasional (PMN) 2026 lahir dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memastikan lulusan perguruan tinggi dapat segera bekerja dan tidak menganggur.

Dalam PMN 2026, para sarjana baru akan diterima magang selama enam bulan di perusahaan-perusahaan yang terhubung dengan program ini. Selama masa magang, setiap peserta akan mendapatkan kompensasi antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, disesuaikan dengan Upah Minimum Regional (UMR) di lokasi penempatan.

“Setiap peserta akan dibina langsung oleh mentor atau karyawan senior di perusahaan, supaya kompetensinya naik. Program kali ini juga lebih inklusif, mencakup lulusan S1, juga lulusan profesi dan teman-teman disabilitas,” sambung Teddy melalui keterangan resmi.

Sebagai perbandingan, PMN tahun lalu sudah dilaksanakan dengan 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai perusahaan di seluruh Indonesia. “Tahun ini kuotanya naik jadi 150 ribu orang. Mereka akan magang di sekitar 8.800 perusahaan, mulai dari BUMN hingga swasta,” tuturnya.

Evaluasi dari batch pertama menunjukkan hasil yang positif. Dari 100 ribu peserta, sekitar 30 persen atau 30 ribu orang langsung diangkat menjadi karyawan tetap setelah menyelesaikan magang. Sebanyak 30 persen lainnya masih dalam proses rekrutmen dan diharapkan akan mulai bekerja dalam waktu 2-3 bulan ke depan.

“Jadi PMN ini benar-benar jadi jembatan bagi lulusan baru untuk kerja dan dapat gaji secepatnya,” tegas Teddy.

Dengan menambah jumlah peserta dan mitra perusahaan, pemerintah menargetkan PMN menjadi salah satu strategi utama untuk menekan angka pengangguran di kalangan lulusan baru. Program ini diharapkan juga dapat memperkuat keterampilan sumber daya manusia muda Indonesia agar lebih siap menghadapi tuntutan industri.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button