DPR Desak Polisi Penjarakan Pelaku Penganiayaan Caddy Tangerang

Jakarta, Maret.id — Peristiwa kekerasan di Tangerang yang melibatkan seorang marshal lapangan golf telah mengundang perhatian publik. Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Iwan Heries, menyebut aksi tersebut dipicu oleh masalah emosional, di mana korban diduga merasa cemburu setelah meminta pelaku membelikan minuman.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh pelaku. “Ini tindakan yang sangat tidak bisa dibenarkan, apalagi karena urusan sepele masalah personal,” tuturnya.
Sahroni menegaskan pentingnya pelaku mendapatkan konsekuensi hukum. “Pokoknya apa pun itu motifnya, kekerasan bukan cara menyelesaikan persoalan,” sambungnya. Ia memberikan dukungan penuh kepada kepolisian yang telah menangkap pelaku dan menjeratnya dengan pasal penganiayaan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran polisi dalam memberikan pendampingan kepada korban. “Saya minta korban juga mendapat bantuan yang diperlukan, khususnya agar bisa kembali pulih dari kondisinya saat ini,” tegas Sahroni.
Sahroni juga menyuarakan keprihatinan tentang dampak insiden ini terhadap citra olahraga golf. “Jangan sampai persoalan personal seperti ini mencoreng penikmat olahraga golf, para caddy, dan semua pekerja lapangan golf yang selama ini bekerja secara profesional untuk mencari nafkah yang halal,” imbuhnya.
“Jadi ini merupakan perbuatan individu yang harus dipertanggungjawabkan secara hukum,” tutup Sahroni.





