Ahmad Muzani Bahas Wisata Religi dengan Ketua MPR Uzbekistan

Jakarta, Maret.id — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani melakukan kunjungan resmi ke Uzbekistan dan diterima oleh Ketua Senat Majelis Republik Uzbekistan, T Narbayeva.
Dalam pertemuan tersebut, Muzani menegaskan bahwa Uzbekistan merupakan negara sahabat bagi Indonesia. Ia menyampaikan bahwa keinginan rakyat Indonesia untuk mengunjungi Uzbekistan tidak terhalang oleh jarak geografis yang cukup jauh.
“Diawali oleh Bung Karno yang ingin berziarah ke makam Imam Bukhari. Dari situ persahabatan kita dan kerja sama bilateral antara Indonesia dengan Uzbekistan terus terjalin dengan baik,” tuturnya.
Muzani juga memberi penjelasan mengenai keanekaragaman yang ada di Indonesia yang disatukan oleh bahasa. Ia menekankan bahwa bahasa Indonesia adalah alat pemersatu yang efektif di tengah perbedaan agama, ras, bahasa, dan suku.
“Perbedaan bahasa, suku, ras, dan agama semua disatukan oleh satu bahasa yang namanya bahasa Indonesia. Jadi bahasa itu menjadi instrumen yang sangat penting dalam upaya menyatukan semua perbedaan yang ada di Indonesia,” imbuhnya.
Muzani berharap akan ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan di masa depan. Ia menilai bahwa kunjungan ke Uzbekistan untuk berziarah ke makam Imam Bukhari akan sangat menarik bagi umat Muslim di Indonesia.
“Karena potensi wisata religi di Uzbekistan akan sangat diminati oleh jemaah Indonesia yang ingin ziarah ke makam Imam Bukhari dan dilanjutkan dengan ibadah umrah. Jadi sebelum umrah ke Mekkah dan Madinah, jemaah Indonesia bisa transit di Uzbekistan,” demikian harap Muzani.
Delegasi Republik Indonesia yang menyertai kunjungan tersebut terdiri dari Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Anggota MPR RI Himmatul Aliyah, Puti Sari, Melati Erzaldi, Longki Djanggola, Hoerudin Amin, dan Johan Rosihan.





