PDIP Nonaktifkan Veronika Lake Usai Kasus Dokter Icha

Jakarta, Maret.id — Sanksi pemecatan sementara telah diberlakukan terhadap Veronika Lake setelah diduga terlibat dalam perundungan dan intimidasi verbal yang menyebabkan mendiang dr Eliza Princila Utami Pakaenoni, alias Dokter Icha, mengalami depresi hingga mengakhiri hidupnya.
Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menjelaskan bahwa keputusan pencopotan diambil setelah Badan Kehormatan DPC PDIP Kabupaten TTU memanggil Veronika untuk memberikan klarifikasi. “Hari ini anggota DPRD dari PDIP itu sudah dipanggil oleh Badan Kehormatan Partai untuk diminta penjelasan atas peristiwa yang menyangkut dugaan kasus bunuh dirinya Dokter Icha,” kata Andreas.
Setelah proses klarifikasi, DPC PDIP TTU memutuskan untuk menonaktifkan Veronika dari seluruh aktivitas kepartaian selama penyelidikan berlangsung. “DPC menonaktifkan dia selama proses hukum di polisi. Dan kemudian mereka bertiga (oknum anggota DPRD) itu sudah dipanggil oleh polisi, sehingga kita tunggu proses hukumnya,” tegas Andreas.
Ia menambahkan bahwa keputusan penonaktifan akan segera dilaporkan secara resmi kepada DPP PDIP di Jakarta. Mengenai potensi pemecatan permanen, Andreas menyatakan bahwa partai akan menunggu kepastian hukum dari aparat penegak hukum. “Karena ini masih dugaan, apakah ada hubungan sebab akibat antara satu peristiwa (intimidasi) dengan peristiwa yang lain (bunuh diri),” ulasnya.
Veronika Lake merupakan salah satu dari tiga oknum anggota DPRD Kabupaten TTU yang terlibat dalam kasus ini. Dua legislator lainnya adalah Therensius Lazakar dari Fraksi Partai Golkar dan Nobertus Tubani dari Fraksi PKB. Ketiganya diduga melakukan intimidasi verbal secara ugal-ugalan terhadap Dokter Icha saat korban bertugas di RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.
Aksi intimidasi ini dilatarbelakangi oleh situasi di mana Dokter Icha tengah menangani seorang pasien anak korban gigitan ular, yang merupakan keponakan dari legislator Golkar, Therensius Lazakar. Akibat tekanan mental dan intimidasi yang diterima, Dokter Icha dilaporkan mengalami depresi berat hingga ditemukan meninggal dunia di kediamannya pada Jumat, 26 Juni 2026.





