Politik

PTN Diminta Evaluasi Faktor Batal Daftar Ulang Mahasiswa

Jakarta, Maret.id — Politikus Partai Keadilan Sejahtera, Fikri, menegaskan perlunya solusi dan evaluasi dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkait tingginya angka mahasiswa yang tidak mendaftar ulang.

“Seleksi yang lewat tes (SNBT) sekitar 10 persen tidak daftar ulang, SNBP yang prestasi juga sekitar 10 persen tidak daftar ulang. Ini harus dicari solusinya, kenapa mereka tidak daftar ulang. Sayang kalau kemudian muncul anggapan bahwa mereka tidak mampu secara ekonomi,” ujar Fikri dalam keterangan resminya pada Kamis, 2 Juli 2026.

Fikri mengungkapkan tiga dugaan utama penyebab tingginya angka mahasiswa yang urung mendaftar ulang. Pertama, banyak peserta memilih Perguruan Tinggi Kementerian dan Lembaga (PTKL) atau sekolah kedinasan yang dianggap lebih menarik.

Kedua, program studi atau PTN yang dipilih sering kali bukan prioritas utama peserta. Setelah dinyatakan lolos, calon mahasiswa justru beralih ke perguruan tinggi swasta, menerima tawaran kerja, atau menunda pendidikan mereka.

Ketiga, Fikri mencatat fenomena meningkatnya jumlah calon mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi luar negeri. Ia menekankan bahwa meskipun hak masyarakat untuk memilih kampus tidak boleh dibatasi, diperlukan evaluasi dan kebijakan strategis agar daya saing kampus dalam negeri tetap terjaga.

“Negeri ini harus mendorong supaya daya saing pendidikan nasional kita juga terus tumbuh,” tutup Fikri, yang merupakan legislator dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button