Pemerintah Finalisasi Skema Dana Pensiun untuk Atlet

Jakarta, Maret.id — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya pentingnya dana pensiun untuk atlet di Indonesia. Menurutnya, masa produktif atlet jauh lebih singkat dibandingkan dengan banyak profesi lainnya.
“Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun,” ujar Erick dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.
Erick menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam merampungkan skema dana pensiun atlet. Salah satu fokus utama adalah memastikan pengelolaan dana dilakukan secara transparan untuk menghindari penyalahgunaan anggaran.
Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta pakar olahraga dalam proses penyusunan skema ini. “Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi,” tegasnya.
Tantangan utama dalam merancang dana pensiun atlet, menurut Erick, berkaitan dengan pola pendapatan atlet yang berbeda dari pekerja formal. Atlet seringkali tidak memiliki gaji bulanan tetap, sehingga pemerintah sedang mencari mekanisme pendanaan yang dapat menjamin keberlangsungan program tersebut.
“Nah, atlet tidak ada gaji bulanan. Tidak ada uang juara. Ini yang kita sedang godok bagaimana mencari jalan keluar agar dana pensiun ini bisa continue, sustain,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah mempelajari praktik terbaik dari negara lain, seperti Malaysia dan India, untuk menyempurnakan kebijakan yang ada. “Kalau Malaysia-India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini, tidak bisa,” imbuh Erick.
Penyusunan sistem jaminan hari tua bagi atlet sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mengatur hak atas jaminan sosial dan penghargaan bagi atlet.
Melalui skema ini, Kemenpora berharap kesejahteraan atlet dapat terjaga mulai dari masa aktif bertanding hingga usia pensiun.





